Perkuat Praktik Tata Kelola, Pertamina Bergabung Menjadi Perusahaan Pendukung EITI

Rabu, 23 November 2022 – 10:25 WIB
Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini bersama Direktur SPPU Pertamina Salyadi Saputra, VP Investor Relations Juferson V Mangempis dan tim ESG Pertamina melakukan pertemuan dengan sejmlah petinggi EITI, Rabu (16/11). Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Sejak Oktober 2022, Pertamina resmi menjadi perusahaan pendukung Extractive Industry Transparency Initiatives (EITI) bersama 21 perusahaan migas global, seperti ExxonMobil, TotalEnergies, dan Equinor, serta 43 perusahaan global dari industri lainnya.

Pertamina juga menjadi perusahaan migas pertama di Asia Tenggara yang mendukung langsung EITI.

BACA JUGA: Pertamina SMEXPO 2022, Ajang Pameran Produk UMKM Indonesia Berkualitas Tinggi

EITI merupakan koalisi global antara pemerintah, perusahaan, investor dan kelompok masyarakat yang menetapkan standar global transparansi dalam hal perpajakan dan pembayaran pada pemerintah di sektor ekstraktif, seperti migas, mineral dan batu bara.

Standar EITI telah diterapkan di lebih dari 50 negara untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang merupakan wujud dari praktik tata kelola yang baik (good governance).

BACA JUGA: Pertamina Gerak Cepat Menyalurkan Bantuan & Kirim Tim Medis untuk Korban Gempa Cianjur

Dukungan Pertamina terhadap EITI selaras dengan komitmen Pertamina untuk memperkuat praktik bisnis yang bersih, transparan, dan etis.

Pada Rabu (16/11) lalu juga telah dilakukan pertemuan antara Mark Robinson selaku Executive Director EITI dengan Marie Gay Alessandra Ordenes (Asia Director & Anti-Corruption Lead EITI), Emanuel YH Bria (Country Officer-Asia EITI), Agus Cahyono Adi (Head of EITI Secretariat Indonesia yang juga Kepala Pusdatin ESDM), Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini, Direktur SPPU Pertamina Salyadi Saputra, VP Investor Relations Juferson V Mangempis, serta tim ESG Pertamina.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Siap Tuntaskan Penyaluran Konversi LPG untuk Nelayan dan Petani

Dalam pertemuan itu, Emma Sri Martini mengungkapkan Pertamina ingin terus meningkatkan standar penerapan tata kelola perusahaan ke level internasional untuk meningkatkan kepercayaan publik pada perusahaan.

"Bergabungnya Pertamina menjadi EITI supporting company menegaskan komitmen kami untuk mewujudkan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Direktur Keuangan Pertamina itu.

Emma juga menyampaikan bergabungnya Pertamina pada EITI merupakan kebanggaan bagi perusahaan dan dia pun berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya di Indonesia untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Inisiatif Pertamina ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Indonesia sebagai negara yang telah mengimplementasikan standar EITI.

Dikutip dari Kementerian ESDM, pelaksanaan kegiatan transparansi industri ekstraktif sudah berjalan lebih dari 10 tahun di Indonesia.

Diprakarsai pada 2007, Pemerintah Indonesia selanjutnya mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2010 tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah yang diperoleh dari Industri Ekstraktif.

Sejak menjadi anggota EITI Internasional, Indonesia telah menerbitkan 9 laporan EITI.

Memenuhi Ekspektasi Standar EITI

Ada 9 ekspektasi yang harus dipenuhi EITI Supporting Company, yakni:

- Menjadikan prinsip & standar EITI sebagai standar tata kelola.

- Membuat pengungkapan keuangan yang komprehensif.

- Mengungkapkan pajak dan pembayaran kepada pemerintah.

- Mengungkapkan volume yang diterima dan pembayaran yang dilakukan ketika melakukan transaksi migas.

- Mengungkapkan laporan keuangan yang telah diaudit.

- Mengungkapkan secara transparan terkait Beneficial Ownership.

- Mempublikasikan kebijakan anti-korupsi perusahaan

- Mempublikasikan dukungan pemerintah seperti kontrak dan lisensi.

- Mempublikasikan kebijakan perusahaan terkait keberagaman gender di lingkungan kerja.

Sebelum bergabung menjadi EITI Supporting Company, Pertamina group telah berkomimen memenuhi standar EITI di negara pelaksana EITI tempat mereka beroperasi.

Di Indonesia, laporan EITI disampaikan melalui Pertamina Hulu Energi sebagaimana dikoordinasikan oleh Kementerian ESDM.

Di Irak, Gabon dan Tanzania, pelaporan dilakukan pemerintah masing-masing negara.

Mark Robinson, Direktur Sekretariat EITI Internasional mengatakan melalui komitmennya untuk memenuhi ekspektasi perusahaan pendukung EITI, Pertamina memiliki kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik internasional dan menjadi pemimpin industri untuk mengadvokasi prinsip-prinsip EITI secara internasional, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

"Saya mengucapkan selamat bergabung kepada Pertamina sebagai EITI Supporting Company dan saya senang dengan upaya Pertamina selama ini dalam mendorong tata kelola yang baik di sektor minyak dan gas," ucapnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler