Perluas Pasar Pangan Lokal, Mentan SYL Dorong UMKM Go Digital

Kamis, 26 November 2020 – 18:50 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuka kegiatan UMKM pangan lokal di Bekasi, Kamis (26/11). Foto: humas Kementan RI.

jpnn.com, BEKASI - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menjaga ketersediaan dan aksesibilitas pangan, salah satunya dengan mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pangan lokal agar mampu bertransformasi ke pola usaha digital.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa transformasi UMKM ke arah digital dapat memberi dampak signifikan dalam memperluas dan mendekatkan akses pangan lokal kepada masyarakat.

BACA JUGA: Azis Berharap Kepemimpinan Indonesia di UNIDO Membawa Angin Segar Bagi UMKM

“Saya merasa di masa pandemi seperti ini, ada pendekatan pasar baru yang bisa kita dorong. Orang bisa memesan makan dari rumah dengan sistem digital, tinggal klik, pilih makanan lokal yang kita suka, dari Jakarta bisa kita kirim kemana saja. Cara-cara digital seperti ini akan terus kita dukung dan tingkatkan" kata Syahrul saat melakukan Launching Marketplace dan Ekspose UMKM Pangan Lokal di Summarecon Mall - Bekasi, Kamis (26/11).

Mentan Syahrul mengatakan, Indonesia memiliki sumber kekayaan pangan lokal yang melimpah, dan setidaknya ada 3 (tiga) konsep yang menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat pangan lokal yaitu mulai dari budidaya, pengolahan hingga aspek pemasaran.

BACA JUGA: Menurut Bang Ruhut, Bu Susi Cuma Koar-koar

"Yang pertama dan yang terpenting itu budidaya, sesuai dengan konsep yang dikatakan Presiden untuk sektor pertanian, salah satunya adalah memperkuat budidaya, budidaya yang dimaksud bisa kita lakukan di mana saja, bahkan memanfaatkan lahan-lahan di pekarangan rumah kita," tuturnya.

Yang kedua, Mentan SYL, fokus pada sisi pengolahan, termasuk industrinya. Dia percaya bahwa Indonesia memiliki kemampuan yang cukup besar dalam mengolah komoditas-komoditas pangan lokal tersebut.

BACA JUGA: Rossa Terus-terusan Menangis Takut Ditinggal Afgan Pindah ke Luar Negeri

"Kenyang itu tidak harus nasi, melalui kegiatan ini saya bisa melihat, bagaimana kita mampu mengolah komoditas pangan lokal menjadi makanan yang sangat menarik, tadi saya lihat ada mie dari talas, sorgum dan sumber pangan lainnya," ungkapnya.

Konsep terakhir yang juga tidak kalah penting adalah dari sisi pemasaran. Bersama dengan pihak terkait lainnya, dia mengaku tidak hanya berusaha untuk membuka ruang-ruang pemasaran secara langsung, tetapi juga secara digital lewat berbagai marketplace. Bahkan, dirinya berharap pandemi ini dapat membuka peluang bagi UMKM untuk berkreasi dalam menciptakan pasar baru.

"Pemasaran adalah konsep terakhir yang juga perlu untuk kita dorong, hari ini kita buktikan bahwa pasar terbuka untuk pangan lokal, termasuk mall-mall seperti ini, bahkan ke depan saya akan bersurat ke para kepala daerah untuk memberi ruang pada pengusaha UMKM pangan lokal agar dapat memasarkan produknya di tempat-tempat yang strategis di wilayahnya" tutur SYL.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengungkapkan, jajarannya akan mengimplementasikan tiga fokus arahan Mentan Syahrul tersebut lewat strategi-strategi khusus untuk mencapai target-target diversifikasi pangan lokal secara maksimal.

"Pertama seperti yang Pak Menteri katakan, kami akan fokus pada peningkatan produksi dan keterserdiaan pangan lokal itu sendiri. Kedua kami akan lakukan promosi atau kampanye baik secara formal baik melalui peraturan, surat edaran, ataupun dalam bentuk instruksi, sedangkan dari sisi informalnya kami akan lakukan promosi lewat media - media sosial” jelas Agung.

Selanjutnya, pihaknya juga akan memperbaiki akses masyarakat kepada pangan lokal, lewat penguatan UMKM melalui pendampingan, fasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas produksi dan branding produk hingga kemudahan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dan yang terpenting kami juga akan berupaya membuka akses UMKM ke pasar fisik dan online," ungkap Agung.

Sebagai informasi acara Launching Marketplace dan Ekspose UMKM Pangan Lokal ini akan berlangsung selama 4 (empat) hari dari 26- 29 November 2020.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para pengusaha UMKM pangan lokal binaan, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan FGD dengan tema Penderasan Diversifikasi Pangan Lokal Sumber Karbohidrat Nonberas yang diadakan di Harris Hotel and Convention Bekasi.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler