Permintaan Capres ini: Pelaku Kekerasan Anak Harus Dibunuh

Rabu, 18 Mei 2016 – 06:00 WIB
Calon presiden pemenang pemilu Filipina Rodrigo Duterte. Foto: AFP

DAVAO—Calon presiden pemenang pemilu Filipina Rodrigo Duterte ingin mewujudkan kembali hukuman mati di negaranya. Metode hukuman mati yang dipilih adalah gantung. Dia tidak mau menerapkan hukuman mati dengan metode tembak karena tidak ingin membuang-buang peluru. Khusus bagi pelaku kriminal yang terbukti melakukan lebih dari satu kejahatan besar, dia akan menggantung mereka lebih dari sekali.

''Setelah hukuman gantung yang pertama, akan ada upacara selanjutnya sampai akhirnya kepala si penjahat terpisah dari badannya. Saya menyukainya karena marah,'' ungkap Duterte.

 Seperti yang ditegaskan saat kampanye pilpres, dia akan mengabaikan undang-un­dang tentang HAM selama menjalankan program pemberantasan kriminal Filipina itu. Meski belum resmi dilantik sebagai presidn

Bagi Duterte, kejahatan yang paling tidak bisa ditoleransi adalah kejahatan terhadap anak-anak. Termasuk penyalahgunaan narkoba. ''Mereka yang menghancurkan hidup anak-anak kita harus ditumpas. Karena 'membunuh' negara saya, mereka juga harus dibunuh. Sesederhana itu,'' paparnya lebih lanjut. (AFP/BBC/CNN/hep/c14/any/flo/jpnn)

BACA JUGA: Selamat! Jokowi jadi Warga Kehormatan Kota Seoul

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rekor Dunia! Anggota SWAT Beijing Kalahkan Mantan Marinir AS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler