Pernyataan Keras Fahri Hamzah terkait Honorer K2

Kamis, 15 November 2018 – 20:36 WIB
Fahri Hamzah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendesak pemerintah juga memberi perhatian kepada honorer K2, tidak hanya pada PNS.

Fahri mengatakan hal tersebut menanggapi rencana pemerintah menaikkan gaji PNS (pegawai negeri sipil) rata-rata sebesar lima persen mulai 1 Januari 2019. Kenaikan gaji itu akan diatur dalam peraturan pemerintah (PP).

BACA JUGA: PSI Tolak Perda Syariah, Fahri: Masuk DPR Saja Dulu

Fahri Hamzah mengatakan, hal ini merupakan rutinitas pemerintah menjelang pemilu. "Kalau itu sih biasanya rutin mau pemilu, memang pemerintah ingin menghibur," ungkap Fahri di gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/11).

Kendati demikian, Fahri juga meminta pemerintah agar memperhatikan nasib ratusan ribu tenaga honorer K2 atau katagori dua. Politikus asal Nusa Tenggara Bart (NTB) itu menegaskan bahwa honorer K2 juga sudah berjasa bagi bangsa dan negara ini.

BACA JUGA: Fahri Hamzah Desak Pemerintah Cepat Atasi Masalah Tes CPNS

"Tapi, saya mohon perhatikanlah K2 ya, perhatikanlah pegawai-pegawi pemagangan yang sudah berjasa bagi negara," katanya.

Bahkan, Fahri baru saja mendapat laporan seperti kejadian di salah satu provinsi bahwa ketika PNS tidak ada, para honorer K2 yang kemudian menjadi pekerja sukarelawan yang bekerja bagi negara.

BACA JUGA: Di Daerah Ini tak Ada Honorer K2 Lulus SKD Tes CPNS 2018

"Sekarang mereka sudah bekerja di situ, digaji dengan gaji yg sangat rendah Rp 300 ribu-Rp 500 ribu," ujarnya.

Menurut Fahri, gaji itu jelas jauh di bawah upah minimum regional (UMR). Masalah lainnya, kata dia, persoalan umur para honorer yang sudah melampaui batas yang diatur perundangan sehingga menutup peluang mereka diterima menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Padahal, kata Fahri, para honorer juga sudah memberikan pengorbanan mereka untuk bangsa dan negara. "Kan ini zalim, sudah memakai pekerjaan orang begitu lama, begitu mereka mau mendaftar sudah lewat akhirnya mereka ditolak," jelasnya.

Jadi, ujar Fahri, sebaiknya persoalan honorer K2 ini yang harus diselesaikan lebih dahulu oleh pemerintah. Selain itu, ujar Fahri, selesaikan juga penanganan korban bencana alam seperti di NTB, maupun Sulawesi Tengah (Sulteng) dan lainnya.

"Selesaikan dulu rumah penduduk yang terkena bencana ratusan ribu rumah di Sulawesi, ratusan ribu rumah di Pulau Lombok dan Sumbawa. Itu dong duluan, jangan kita lagi prihatin begini, kan menghibur PNS-PNS sebagai suara baru," pungkas Fahri. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Formasi CPNS Banyak Kosong, FHK2I: Kualat Buang Honorer K2


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler