Perpisahan Ala Fahri Hamzah Sebelum Akhiri Jabatan di DPR

Sabtu, 28 September 2019 – 18:08 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus kondang Fahri Hamzah sebentar lagi akan mengakhiri jabatannya sebagai wakil ketua DPR. Masa jabatan mantan wakil sekretais jenderal PKS itu di DPR akan berakhir pada Senin lusa (30/9).

Fahri menjadi wakil rakyat selama tiga periode sejak 2004. Namun, pada Selasa depan (1/10) Fahri sudah menjadi rakyat biasa.

BACA JUGA: Luncurkan Buku, Fahri Hamzah Goda Bamsoet dan Fadli Zon

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu pun membuat semacam perpisahan dengan meluncurkan buku berjudul Daulat Rakyat dan Arah Baru Pemberantasan Korupsi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9). "Memang  penting untuk sekadar duduk dan merayakan perpisahan karena saya bukan saja tidak menjadi wakil ketua DPR, tetapi  tidak menjadi anggota karena saya tidak mencalonkan diri kembali," ujar Fahri.

Fahri mengaku akan tetap masuk kantor hingga lusa. Dia juga mau mengemasi barang-barangnya.

BACA JUGA: Fahri Hamzah: Saya Kecewa Banget

Mantan wakil sekretaris jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sudah menginventarisasi barang pribadi dan milik negara yang ada di ruang kerjanya. Dia sudah mencatat semuanya.

"Senin malam kami kembalikan semua  barang. Saya agak rapi soal ini," tutur mantan presiden Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu.

Lebih lanjut Fahri menuturkan, dirinya sejak enam bulan lalu telah menyiapkan sejumlah boks di ruang kerjanya. Boks-boks itu pula yang akan menjadi tempat untuk memisahkan barang pribadi ataupun inventaris Sekretariat Jenderal DPR RI.

Fahri benar-benar tak mau ada barang negara yang katut. "Sendok milik negara tidak ada yang terbawa," tegasnya.

Kalaupun ada barang pribadi tertinggal, bagi Fahri hal itu bukan masalah. Namun, dia tak mau ada barang negara terbawa pulang.

"Tidak boleh itu  yang punya negara tidak boleh, tetapi  milik saya mungkin boleh saja tertinggal. Yang penting  tidak boleh ada milik negara pindah ke rumah saya," ujarnya.

Lebih lanjut Fahri mengajak semua pihak menyambut anggota DPR yang akan dilantik pada 1 Oktober mendatang. Apalagi 60 persen DPR periode 2019-2024 merupakan wajah baru.

Fahri juga berpesan kepada anggota DPR baru untuk banyak membaca, terutama UUD 1945, UU MD3, maupun Tata Tertib DPR. "Mulailah minggu pertama, bulan-bulan pertama, banyak baca, jangan banyak omong," ungkap Fahri.

Menurut Fahri, lima tahun ke depan bukan masa-masa mudah bagi anggota DPR. “Bukan masa-masa gampang. Ini akan menjadi masa-masa sulit," papar mantan wakil ketua Komisi III DPR itu.

Selain itu, Fahri juga meminta pimpinan DPR mendatang bersikap terbuka dan tak berjarak dari media. Menurutnya, DPR harus terus membuka diri.

"Dia harus terbuka, apa adanya. Ini yang akan menyebabkan DPR lebih tanggap terutama dengan anggota baru," pungkasnya.(boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler