Pertahankan Tasnya, Ibu-ibu Terseret di Aspal 10 Meter

Sabtu, 25 Juni 2016 – 08:01 WIB
LIMA BELAS JAHITAN: Ernawati saat terbaring di Rumah Sakit William Booth Surabaya. FOTO: RADAR SURABAYA

jpnn.com - SURABAYA - Ernawati,41, Warga Perum Cerme Indah Blok U, Gresik harus dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban penjambretan yang terjadi di Jalan  Banyu Urip Surabaya pada Jumat dini hari (24/6). Ernawati terseret 10 meter setelah mencoba mempertahankan tasnya dari tangan pelaku. Dia pun harus menerima lima belas jahitan di tangan dan kepalanya.

Saat dikonfirmasi, keponakan korban, Indrawati menjelaskan peristiwa yang dialami oleh tantenya tersebut berawal saat dia hendak mengajak anaknya untuk bertandang ke rumah saudara. Saat itu, Ernawati berkendara sendirian dengan menggunakan motor matic. 

BACA JUGA: Cara Muncikari Mengelabui Polisi yang Manfaatkan Kamar di Wisma Dolly

Dia berangkat dari Gresik, terlebih dulu menjemput anaknya yang kuliah di Universitas Wijaya Putra di Jalan Raya Menganti. 

"Saat sudah sampai di depan kampus, tante menghubungi anaknya. Hanya saja saat itu tidak ada jawaban lantaran anaknya sedang bermain futsal," ungkapnya kepada Radar Surabaya. 

BACA JUGA: Kisah PSK di Dolly Melayani Tamu Terakhir Sebelum Lebaran

Indrawati menambahkan setelah menunggu lama, Ernawati memutuskan untuk pulang. Dia melintas di Jalan Banyu Urip yang ramai. Nah saat melintas di jalan inilah, Ernawati merasa dibuntuti oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor. 

"Namun saat itu, dia tidak sadar kalau dibuntuti. Tidak beberapa lama kemudian, pelaku langsung menarik tas tante, yang  diletakkan di bahu," ungkapnya. 

BACA JUGA: Wow! Maling Lompat ke Sungai, Merayap di Got, Mukanya tuh

Kaget akan aksi pelaku, Ernawati spontan langsung mencoba mempertahankan tas miliknya. Namun karena tenaganya kalah kuat, akhirnya dia terjatuh dari sepeda motornya. 

Meski demikian, dia masih memegang tasnya yang mengakibatkan dia terseret sejauh 10 meter. Hal ini membuat kepala Ernawati bocor hingga akhirnya pingsan. "Saat ditanya, tante sudah tidak ingat apa-apa lagi bahkan ciri-ciri pelaku dan motor yang digunakan," jelasnya. 

Menurutnya ibu satu anak ini, di dalam tas tersebut berisikan KTP, uang tunai serta dua handphone (HP). Namun karena tantenya penjual pulsa, di salah satu HP tersebut terdapat saldo senilai Rp 1 juta rupiah. "Kami sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Sawahan," jelasnya. 

Kanit Reskrim Polsek Sawahan AKP Yasin mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelakunya. (yua/no)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Miaaaw..Lagi Asyik Sama Terapis Malah Tertangkap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler