Pertamina Go Sustainable, Dongkrak UMK Adaptif Covid-19, Penjualan Nyaris Rp 20 Miliar

Senin, 06 September 2021 – 16:20 WIB
Salah satu mitra binaan Pertamina, produk VCO milik Bali Pure dari Buleleng Bali. Foto: Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Dukungan PT Pertamina (Persero) untuk para Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di masa pandemi Covid-19 terus mengalir.

Salah satu support yang diberikan yakni dengan menyerap produk Mitra Binaan yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19.

BACA JUGA: Pertamina Go Global, Kapal Gamsunoro Melayani Top Five Biggest Oil Trading Company

Hingga saat ini total penjualan produk UMK binaan Pertamina adaptif Covid-19 mencapai hampir Rp 20 miliar.

Nilai tersebut berasal dari peran 176 UMK Mitra Binaan Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia yang mendukung bantuan Covid-19 dengan nilai bantuan rata-rata sebesar Rp 3 miliar.

BACA JUGA: Mitra Binaan Pertamina JBT Siap Go Global Via Produk Kerajinan dan Kebudayaan Lokal

Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui lebih dari 10 ribu Produk Bantuan Dukungan, antara lain berupa produk multivitamin dan herbal, madu, sabun, hand sanitizer, desinfektan, masker dsb yang mendukung upaya pencegahan Covid-19.

Paparan tersebut disampaikan oleh Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita dalam Webinar Pertamina UMK On Air di radio Sonora, Sabtu (30/8) lalu.

BACA JUGA: Pertamina Bidik Reduksi Emisi Karbon 34 Ribu Ton per Tahun dari 5.000 PLTS GES

Menurut Arya, selain dari UMK binaan, juga terdapat peran besar dari para UMK yang masuk program inkubasi Rumah BUMN (RB).

“Pertamina juga mengaktifkan sebanyak 30 Rumah BUMN (RB) yang membawahi lebih dari 9 ribu Mitra Binaan. Terutama pada 420 UMK Mitra RB yang adaptif terhadap wabah Covid-19 dengan nilai penjualan sebesar lebih dari Rp16,8 miliar. Sehingga total penjualan UMK adaptif Covid-19 binaan Pertamina mencapai Rp 19,92 miliar,” jelasnya.

Pertamina telah menghimpun sejumlah produk milik binaan terutama produk yang berhubungan dengan kesehatan dan herbal. Produk-produk tersebut didatangkan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Seperti produk VCO milik Bali Pure dari Buleleng Bali dan Farida Intan dari Yogyakarta.

Madu Mellifera milik Madu Center Indramayu, gula aren Yu Sugar dari Tasikmalaya, serta produk jahe merah murni milik CV N&N International, cardamom Rumah Rempah Noni, beras organik dari Prabu Batik dan PT Kaltim Utama Mandiri Sukses masing-masing dari Jakarta dan Bekasi.

Selain sebagai upaya dukungan kepada tenaga kesehatan, pelibatan UMK binaan dalam program ini yakni sekaligus untuk membantu para UMK. Yakni dengan menyerap produk para UMK sehingga mereka juga turut adaptif di masa pandemi.

“Juga sebagai media memperkenalkan produk-produk asli Indonesia buatan binaan Pertamina dengan khasiatnya yang bagus untuk kesehatan,” pungkasnya.

Melalui Program Pendanaan UMK, Pertamina ingin menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya.

Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Pertamina   Umk   BUMN   SDGs   ESG  

Terpopuler