Pertamina Ingin Jadi Pemain Kelas Dunia Penghasil Listrik Berbasis Panas Bumi

Rabu, 09 November 2022 – 16:50 WIB
Senior Vice President Research Technology and Innovation Pertamina Oki Muraza saat berbicara dalam diskusi di Paviliun Indonesia di COP-27, Sharm el Sheikh, Mesir, Selasa (8/11). Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, MESIR - PT Pertamina (Persero) ingin menjadi pemain kelas dunia untuk menghasilkan listrik hijau berbasis tenaga panas bumi.

Keinginan tersebut diwujudkan dengan mengupayakan sejumlah pengembangan inovasi teknologi untuk peningkatan pemanfaatan panas bumi.

BACA JUGA: Pertamina Tingkatkan Kapasitas Geothermal untuk Capai Pengurangan Signifikan Emisi Karbon

"Kami mempunyai tujuan untuk menjadi pemain kelas dunia untuk panas bumi. Ada peluang, karena masih kurang dari sepuluh persen yang dimanfaatkan dari total potensi yang dimiliki Indonesia," kata Senior Vice President Research Technology and Innovation Pertamina Oki Muraza dalam diskusi di Paviliun Indonesia di COP-27, Sharm el Sheikh, Mesir, Selasa (8/11).

Dia menyampaikan Indonesia mempunyai potensi hampir 24 GW panas bumi.

BACA JUGA: Begini Partisipasi Pertamina Mendukung Percepatan Transisi Energi di Indonesia

Sementara itu, hanya kurang dari 10 persen dari potensi tersebut yang baru dimanfaatkan sehingga masih ada peluang yang besar untuk lebih meningkatkan kapasitas pemanfaatan panas bumi dalam menghasilkan listrik hijau.

Selain untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dalam proporsi energi listrik nasional Indonesia, upaya peningkatan kapasitas listrik berbasis panas bumi juga mendukung target Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060.

BACA JUGA: Hadiri ADIPEC 2022 di Abu Dhabi, Pertamina Gaungkan Semangat Transisi Energi

Riset dan pengembangan inovasi teknologi untuk pemanfaatan panas bumi yang dilakukan Pertamina meliputi bidang eksplorasi, pengembangan, operasi-produksi dan digitalisasi.

Saat ini, Pertamina sedang mengembangkan teknologi yang lebih baik di bidang eksplorasi, dapat menyediakan studi komprehensif tentang geosains serta mengembangkan metode baru yang memungkinkan untuk diterapkan di industri panas bumi.

"Ini adalah sesuatu yang telah dilakukan selama bertahun-tahun sehingga secara teknologi kami menguasainya mulai dari kegiatan eksplorasi, pengembangan, produksi, pengeboran, dan sebagainya," tutur Oki.

Pertamina juga akan meningkatkan kapasitas panas bumi dari semula 672 MW pada 2020 menjadi 1.128 MW pada 2026.

Pertamina berupaya memiliki keunggulan operasional terbaik di sektor hulu, integrasi dalam mengembangkan area baru serta memperluas rantai nilai produk dari energi panas bumi, seperti produk green energy yang berupa green methanol, green hydrogen, nano-silica, green liquid CO2, carbon credit dan mendukung dalam pengembangan kluster industri hijau di tanah air.

"Kami berharap dapat mempercepat dalam pengembangan area baru, dimana saat ini pengembangan area baru dapat digunakan tidak hanya untuk listrik tetapi kami mulai memikirkan lokasi yang memungkinkan dapat dikembangkan untuk green hydrogen," ujar Oki.

Oki mengambahkan Pertamina membuka peluang kerja sama dengan para pemain di bidang panas bumi di Indonesia dan energy efficiency untuk mengimplementasikan solusi teknologi yang dikembangkan pihaknya.

Jadi, dapat mengembangkan lebih banyak pembangkit listrik tenaga panas bumi dan produk lain dari panas bumi serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi panas bumi di tanah air. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler