Pertamina Jangan Mencari Narasi Konyol Penyebab Terbakarnya Kilang Balongan

Jumat, 02 April 2021 – 18:10 WIB
Kilang minyak Pertamina di Indramayu terbakar, Senin (29/3). Ilustrasi: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno meminta Pertamina tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab terbakarnya Refinery Unit (RU) VI Balongan di Jawa Barat, Senin (29/3).

"Memang perlu menunggu hasil investigasi selesai," kata dia dalam diskusi virtual berjudul Kebijakan Publik Dampak Ekonomi BBM atas Terbakarnya Kilang Balongan, Jumat (2/4).

BACA JUGA: Kilang Balongan Pertamina Terbakar, Pak Kurtubi Tidak Khawatir

Menurut legislator fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kesimpulan penyabab terbakarnya kilang harus disampaikan secara detail dan komprehensif.

Eddy mengaku tidak mau mendengar Pertamina menyampaikan penyebab terbakarnya Kilang Balongan, seperti lembaga lain menyimpulkan insiden blackout di Jakarta pada 2019.

BACA JUGA: Kebakaran Tangki Kilang Minyak Balongan, YLKI: Konsumen Tidak Perlu Panik

Menurut legislator daerah pemilihan III Jawa Barat itu, sempat muncul narasi menyalahkan pohon sengon saat blackout di DKI Jakarta, pada 2019. Belakangan narasi itu tidak memiliki relevansi sama sekali atas insiden blackout.

"Konyol jadinya, sehingga belum apa-apa masyarakat sudah berpretensi. Mengapa harus ada pernyataan yang sifatnya tidak berdasar," ungkap dia.

BACA JUGA: Pertamina Akan Ganti Rugi Rumah Warga yang Rusak Akibat Ledakan Kilang Minyak Balongan

Sementara itu, ujar Eddy, dalam insiden terbakarnya Kilang Balongan, Pertamina tidak bisa mendahului hasil investigasi dan mengatakan dengan berbagai dalih.

Misalnya menyebut terbakarnya kilang atas masalah petir.

"Jadi segala informasi yang keluar ke publik, harus didasarkan data dan fakta yang akurat," ungkap pria yang lahir di Jakarta tersebut. (ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler