Pertamina Resmi Kelola Blok Siak

Potensi Puncak Sampai 3 Ribu BOPD

Senin, 02 Juni 2014 – 07:29 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Nasib Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) Siak akhirnya jelas juga. Hal tersebut seiring PT Pertamina mengumumkan bahwa blok tersebut sudah resmi dikelola. Melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) migas tersebut sudah secara resmi memiliki 100 persen saham di wilayah kerja (WK) tersebut.

 

Direktur Hulu PT Pertamina Muhamad Husen menyatakan, Kontrak Kerja Sama telah ditandatangani sejak 26 Mei pekan lalu. Masing-masing pihak yang menandatangani adalah Direktur Utama PHE Siak Bambang Kardono dan Kepala SKK Migas Johannes Widjonarko.

BACA JUGA: Penerbangan Rute NTB Batal, Garuda Imbau Penumpang Reschedule

"PHE Siak resmi beroperasi setelah penyerahan tiga lapangan dilakukan di Lapangan Lindai tepat pukul 00.00 WIB Rabu (28/5). Penyerahan lapangan dimulai dengan penyerahan tiket, penyerahan kunci dan buku panduan SOP (Standar Operasional Prosedur) serta dibukanya papan nama lokasi Stasiun Pengumpul Lindai oleh President Director PHE," ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin. (1/6).

BACA JUGA: Jelang Puasa, Kebutuhan Pokok Naik

Dia mengaku puas dengan capaian tersebut. Pasalnya, target penyelesaian pembahasan penyerahan Blok di Provinsi Riau tersebut selama enam bulan tak molor. Pada 27 November 2013, pembahasan penyerahan dengan kontraktor sebelumnya yakni Chevron Siak dimulai. Hal itu seiring keputusan pemerintah untuk tak memperpanjang kontrak Chevron.

"Produksi dari Blok Siak saat ini mencapai kisaran 1.800 bopd (barel oil per day/ barel minyak per hari). Penguasaan 100 persen Blok Siak diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penambahan produksi PHE dan Pertamina. Blok Siak sendiri terdiri dari Lapangan Lindai, Lapangan Batang dan Lapangan South Menggala," ungkapnya.

BACA JUGA: Hadapi Lebaran, Pelni Tambah Pelayaran

Untuk kedepan, dia mengaku bakal terus berusaha menggenjot produksi minyak. Rencananya, potensi puncak tersebut bisa menjadi 3 ribu bopd dalam beberapa tahun terakhir.

"Saat ini, produksi minyak di blok dimana PHE bertindak sebagai operator mencapai sekitar 116 ribu bopd. Dipotong bagian pemegang saham lain, porsi bagian PHE mencapai 68 bopd. Dengan masuknya PHE Siak, kami harap produksi bagian PHE bisa meningkat berada di kisaran 71 ribu bopd," imbuhnya.

Dia menambahkan, pihak Pertamina juga mengapresiasi Chevron yang membuat dalam proses transisi. Meski hanya menjadi operator sementara, Chevron masih bisa mempertahankan angka rata-rata produksi 1.800 bopd.

"Selama masa tersebut juga telah terjalin kerjasama yang baik antara PHE dan Chevron. Sehingga peralihan pengelolaan Blok Siak dapat terlaksana dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PHE Ignatius Tenny Wibowo menambahkan, pihaknya yakin bisa meningkatkan meningkatkan produksi Blok Siak secepatnya. Pada tahun pertama, dia menargetkan produksi minyak Blok Siak bisa mencapai 2 ribu bopd.

"Kami optimistis dapat meningkatkan produksi. Juga, berkomitmen untuk terus mencari sumber-sumber baru untuk mendukung upaya peningkatan produksi," terangnya. (bil)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR: Bebani APBN, Konsep Subsidi Harus Diubah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler