Pertemuan Sherpa Digelar Jelang KTT G20, Optimistis Upayakan Kesepakatan Leaders' Declaration

Minggu, 13 November 2022 – 08:08 WIB
Pertemuan Sherpa G20 keempat yang sekaligus merupakan pertemuan terakhir menyongsong KTT G20 tengah berlangsung di Jimbaran, Bali, sejak 11-14 November 2022. Foto: Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian

jpnn.com, JIMBARAN - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan berlangsung pada 15-16 November ini.

Agenda tersebut merupakan puncak dari Presidensi G20 Indonesia.

BACA JUGA: Luhut Sebut Forum G20 Menghasilkan Kerja Sama Bernilai Miliaran Dolar AS

Presidensi G20 Indonesia 2022 menjadi periode paling krusial karena diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Jokowi Harapkan Kemitraan ASEAN-India Pendorong Penyelesaian Isu Pangan dan Kesehatan

Meski demikian, kolaborasi global melalui Forum G20 harus mampu menghasilkan langkah-langkah nyata dan terobosan besar untuk mengatasi krisis pangan, energi, dan keuangan global yang terjadi saat ini, serta mempercepat pemulihan bersama dan pulih menjadi lebih kuat.

Sebagai salah satu workstream dalam G20 selain Finance Track, Sherpa Track terus melakukan pembahasan terkait tantangan global dan berbagai isu ekonomi (non-finansial) untuk mencari solusi dan memberikan rekomendasi atas agenda dan isu prioritas G20.
Pertemuan Sherpa G20 juga telah diselenggarakan untuk menyiapkan versi terbaik Leaders’ Declaration yang akan dibawa dan ditetapkan oleh para kepala negara dan pemerintahan negara anggota G20 pada KTT G20.

BACA JUGA: Jelang Keketuaan Indonesia, Sekjen PBB Minta ASEAN Jadi Jembatan AS-China

Leaders’ Declaration merupakan komitmen para pemimpin G20 terhadap upaya bersama dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan pascapandemi Covid-19.

Rancangan deklarasi berisikan substansi pembahasan prioritas Presidensi G20 Indonesia, yakni arsitektur kesehatan global, tranformasi digital, dan transisi energi.

Deklarasi juga membahas mengenai isu ketahanan pangan yang menjadi isu global saat ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebagai perwakilan negara berkembang dan satu-satunya anggota G20 dari Asia Tenggara, inklusivitas menjadi sangat penting bagi Indonesia dan harus saling membantu dalam melalui masa-masa yang sulit ini.

““Kuncinya adalah mencapai keseimbangan. Dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 sebagai penunjuk arah kita, kita harus mempertimbangkan solusi paling efektif untuk krisis multidimensi yang sedang berlangsung dan tetap rendah hati dalam keterbatasan kita sebagai manusia," kata Menko Airlangga yang hadir secara virtual saat menyambut kedatangan seluruh delegasi Sherpa G20.

Pertemuan Sherpa G20 keempat yang sekaligus merupakan pertemuan terakhir menyongsong KTT G20 dalam Presidensi G20 Indonesia, saat ini juga telah dilangsungkan di Jimbaran, Bali, pada 11-14 November.

Pertemuan tersebut dibuka pada 11 November lalu oleh Co-Sherpa G20 Indonesia Edi Prio Pambudi dan dihadiri juga oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Ketua Sekretariat Gabungan Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia.

Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia sendiri meliputi 12 Working Groups (WG) dan 10 Engagement Groups (EG).

Selain itu, peran vital Sherpa Track juga untuk mengadakan berbagai kegiatan lainnya seperti culture and creative economy, Research and Innovation Ministers’ Meeting, Side Event, dan Joint Ministerial Meeting yang merupakan bentuk kerja sama antarkementerian dan lembaga.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan selain unsur pemerintah, Indonesia juga secara aktif melibatkan kelompok non-pemerintah yang tergabung dalam G20 Engagement Groups.

"Tujuannya antara lain untuk memastikan bahwa proses pembahasan mengenai upaya pemulihan ekonomi bersifat inklusif dengan memperhatikan masukan dari kelompok di luar pemerintah selaku stakeholders dan pelaku utama pertumbuhan ekonomi,” jelas Sesmenko Susiwijono.

Seluruh pembahasan yang dilakukan dalam pertemuan juga akan meng-endorse concrete deliverables.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Presidensi G20 Indonesia dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia dan menjadi legacy Indonesia bagi G20 serta meningkatkan peran dan profil Indonesia pada Forum G20.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa krisis yang dihadapi dunia saat ini penuh dengan risiko dan rintangan. Jadi, para pemimpin mengandalkan Anda, atas kebijaksanaan, solusi, dan inovasi untuk pemulihan ekonomi global,” ujar Menko Airlangga saat menyambut kedatangan Delegasi Sherpa G20. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler