Pertunjukan Teater Hikayat Nenek Moyang di Pahawang jadi Pintu Masuk Ekowisata

Sabtu, 28 Oktober 2023 – 20:19 WIB
Hijrah Saputra, Creative Director dari Nusunrise menjelaskan tentang ekowisata yang lahir dari seni pertunjukan. Foto: dok Nusunrise

jpnn.com, LAMPUNG - Hijrah Saputra, Creative Director dari Nusunrise mengatakan seni teater dan budaya lokal bisa bersatu untuk membangkitkan ekowisata, sektor pariwisata yang peduli terhadap ekosistem di bumi

Dia merujuk pada pementasan teater yang pernah digelarnya pada 2022 bertepatan dengan Pahawang Culture Festival 2022.

BACA JUGA: Kurangi Emisi Karbon di Kawasan Ekowisata, BRI Life Tanam Seribu Pohon Mangrove

Festival budaya itu diisi dengan berbagai macam pertunjukan salah satunya Teater Merontje.

Pertunjukan itu berkisah tentang ditemukannya wisata bawah laut Pulau Pahawang yang kemudian ditampilkan dalam malam puncak Pahawang Culture Festival 2022 di Kabupaten Pesawaran pada 2022.

BACA JUGA: Temui Kakek Barmawi di Pahawang, Sandiaga Uno Beri Alat Semprot Pestisida

“Setelah pertunjukkan itu mereka mengerti, tidak hanya, orang-orang yang berkecimpung di pariwisata yang akhirnya menikmati hasil yang didapat saat ini. Masyarakat yang memanfaatkan rumahnya menjadi homestay, nelayan juga dapat imbasnya karena hasil lautnya jadi sajian kuliner untuk menjamu para tamu," kata Hijrah.

Menurut Hijrah, para nelayan di Pulau Pahawang, saat ini berhenti menggunakan bom untuk mendapatkan ikan setelah menyaksikan pertunjukkan tentang hikayat nenek moyang tersebut.

BACA JUGA: Liburan ke Pahawang Makin Gampang dengan Samudra Karakatau

“Mereka saat ini jadi penjaga terumbu karang, Pulau Pahawang,” ujar Hijrah.

Ekowisata, wisata yang memahami ekologi lautan, menurut Hijrah, banyak diminati.

“Paket trip yang menjual paket wisata berbarengan dengan penanaman terumbu karang, belum lama kami menggelar di September kemarin, itu hampir 200 orang yang daftar, dari berbagai elemen, mahasiswa, umum, dan teman-teman dari instansi terkait Pariwisata," kata Hijrah.

Menurutnya, pementasan Teater Merontje yang ditampilkan oleh 9 orang putra dan putri Pulau Pahawang itu mengisahkan tentang hikayat masyarakat pesisir pantai yang bermigrasi beramai-ramai menuju seberang pulau tanpa nama karena laut mereka kini sudah rusak akibat keserakahan diri sendiri.

“Kami enggak menyangka sih, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sampai datang ke acara ini. Kami senang ketika mereka tak henti-hentinya bertepuk tangan dan menarik senyum,” kata Hijrah.

Hijrah mengatakan Sandiaga Uno ketika itu terpukau saat pertama kali menyaksikan Pahawang Culture Festival 2022.

Kekaguman dirinya bertambah saat menyaksikan pentas tari dari puluhan anak-anak asli Desa Pulau Pahawang.

"Sandiaga Uno ketika itu bilang, festival ini berpotensi menjadi event besar karena mempunyai segala daya tarik. Ini adalah pariwisata berbasis komunitas karena gagasan dan inisiatif dari masyarakat setempat. Kami ingin event Pahawang Culture Festival ini berkembang apalagi akan masuk ke dalam kalender nasional dan internasional," jelas Hijrah.

Hebatnya lagi, sambung Hijrah, Pahawang Culture Festival 2022 benar-benar lahir setelah kekosongan waktu selama tiga tahun karena pandemi Covid-19.

“Kami sengaja mengangkat tema “The Harmony of Culture", dan itu terwujud karena saat ini antara pemerintah pusat, daerah, perangkat desa, dan warga-warga saling terintegrasi,” ujar Hijrah.

Hijrah mengatakan dampak besar pascaacara ini membuat masyarakat Pulau Pahawang menyadari potensi kekayaan mereka, daerah sadar wisata.

“Sebagai gambaran, sebelumnya mereka biasanya mendapat pendidikan yang mengacu pada pendidikan kota, akhirnya sadar bahwa banyak hal yang dalam tanda kutip bisa dijual dari alam mereka.

“Dalam arti, pulau dengan bauran warna alam yang indah, menarik gairah untuk diabadikan dalam frame-frame foto, daya pikat ekosistem bawah dasar laut yang eksotis sangat memikat untuk snorkeling, dan hasil laut yang berlimah dapat disajikan menjadi kuliner khas Pahawang,” tutur Hijrah. (flo/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler