Pesan Terakhir John McCain: Jangan Undang Trump!

Senin, 27 Agustus 2018 – 13:26 WIB
John McCain. Foto: AP

jpnn.com, PHOENIX - Dua hari lagi John McCain akan berumur 82 tahun. Namun, senator Partai Republik AS itu tak mampu bertahan. Dia menyerah pada glioblastoma, kanker yang menyerang otaknya pada pertengahan 2017. Bendera setengah tiang pun berdiri di gedung-gedung pemerintahan Negeri Paman Sam.

McCain memang tak ingin penderitaannya diperpanjang. Pada Jumat (24/8) dia memutuskan tak mau lagi menjalani pengobatan kanker. Sehari kemudian, pahlawan AS di Perang Vietnam itu dinyatakan meninggal dunia di kampung halamannya, Phoenix, Arizona. ”Dia sudah melewati batas harapan hidupnya,” ujar keluarga McCain melalui Reuters.

BACA JUGA: Trump Kembali Sunat Bantuan untuk Palestina

Jenazah dedengkot Partai Republik itu disemayamkan selama beberapa hari sebelum pemakaman. Tubuh tersebut juga akan disemayamkan di aula Gedung Capitol di Washinton DC. Setelah itu, pemerintah AS mengadakan prosesi pemakaman di Katedral Nasional Washington. Pemakaman tersebut akan dihadiri Wapres Mike Pence.

Trump memang tak hadir. Sesuai wasiat McCain kepada keluarganya, Trump memang tak diundang. Karena itu, Trump hanya menyampaikan belasungkawa lewat Twitter.

BACA JUGA: Mantan Capres AS John McCain Meninggal Dunia

Meski sama-sama dari Partai Republik, Trump dan McCain memang tak terlalu akur. Trump bahkan pernah menuding McCain bukan pahlawan.

”Dia jadi pahlawan hanya karena tertangkap musuh. Saya mau pahlawan yang tidak pernah tertangkap,” kata Trump pada 2015. Ucapan itu meluncur karena McCain mengkritik kebijakan Trump soal imigran Meksiko saat kampanye presiden.

BACA JUGA: Makin Kalap, Trump Minta Jaksa Agung Usut Partai Demokrat

Pada 1967 McCain memang ditangkap tentara Vietnam. Pesawatnya ditembak jatuh. Dia lantas ditahan di Hanoi Hilton, sebutan untuk Hoa Lo, penjara paling gede di Hanoi ketika itu. Bahkan, sampai sekarang baju dan helm pilot milik McCain masih dipajang di penjara yang sudah jadi museum itu.

McCain merupakan pria dengan prinsip kuat. Dia percaya bahwa AS harus menjadi lentera kebebasan. Semua warga dunia bisa berlindung. Itu pula yang selalu diwejangkannya kepada rekan partainya. (bil/c10/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Loyalitas Jalan Kebun Sirihnya Trump


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler