Pesantren di Lombok Timur Dirusak, Menag Yaqut Keluarkan Perintah

Senin, 03 Januari 2022 – 23:39 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Foto: Dokumentasi JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyesalkan terjadinya kasus perusakan Pondok Pesantren As-Sunnah, Aikmel, Lombok Timur.

Dia langsung mengeluarkan perintah atas kasus yang dilakukan sekelompok orang tidak dikenal pada Minggu (2/1) sekitar pukul 02.10 WITA. 

BACA JUGA: 300 Massa Ikat Kepala Putih Serang Ponpes As-Sunnah dan Masjid Imam Asy Syafii

"Mohon semua pihak menahan diri. Kasus ini harus segera dituntaskan," kata Gus Yaqut, sapaan akrab Menag Yaqut, Senin (3/19).

Dia menegaskan tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak pesantren dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas melanggar hukum.

BACA JUGA: Ponpes As-Sunah di Lotim NTB Dirusak Massa, Diduga Ini Penyebabnya

Peristiwa perusakan diduga dipicu oleh viralnya ceramah ustaz dari Ponpes As-Sunnah yang mengatakan Makam Selaparang, Sukarbela, Alibatu tain basong (kotoran anjing).

Menag Yaqut meminta aparat keamanan untuk mengusut kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku.

BACA JUGA: Jenderal TNI Datangi Ponpes Habib Bahar, Kapitra PDIP Ingatkan Adab Memuliakan Tamu

Di sisi lain, dirinya juga berharap masyarakat tetap tenang tidak terpancing dengan aksi tersebut. 

Dia juga meminta Kemenag setempat untuk segera mengambil langkah-langkah proaktif agar kasus ini segera tuntas dan kedamaian di Lombok Timur tercipta lagi.

Terkait dugaan adanya hinaan yang disampaikan ustaz pesantren, Menag Yaqut mengingatkan para penceramah agar mengedepankan cara-cara yang santun dan tanpa memprovokasi jemaah. 

Menurutnya, tindakan provokasi akan memancing emosi publik. Para penceramah harus menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan menghargai.

"Ceramah harus disampaikan dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Bukan dengan cara-cara menghina dan memprovokasi. Hal itu bukan mengundang simpati, tetapi emosi," pesannya

Gus Yaqut juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Ummat Beragama(FKUB) Kabupaten Lombok Timur untuk terus bersinergi dalam menjaga, merawat dan memelihara kerukunan umat beragama yang dilandasi rasa toleransi, saling menghormati dan saling menghargai.

"Kami harap semua pihak mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat," pungkas Gus Yaqut. (esy/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler