Pesawat Garuda Tabrak Elang

Minggu, 22 April 2012 – 07:12 WIB

PALANGKA RAYA-Pesawat Garuda jenis boeing 738 NG dengan nomor penerbangan GA 550 rute dari Jakarta menuju Palangka Raya mengalami kerusakan Sabtu (21/4) pagi. Hal ini disebabkan karena seekor burung elang menabrak moncong pesawat garuda.

Namun pesawat yang hendak mendarat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya akhirnya tetap mendarat dengan selamat. Pesawat dengan membawa penumpang sekitar 150 bisa mendarat dengan selamat tidak mengalami kendala apa pun.

"Pesawat sendiri tidak mengalami kerusakan berat hanya moncong depannya penyok akibat tertabrak burung elang. Dan saat ini pesawat masih di bandara untuk dilakukan perbaikan, karena moncongnya itu didalamnya berfungsi sebagai radar," aku Kepala Cabang Garuda Palangka Raya Agus Dewanta.

Menurutnya hingga saat ini beberapa tekhnisi masih melakukan perbaikan dan burung elang yang menabrak masih berada di Bandara Tjilik Riwut. Kronologisnya sendiri pesawat saat ingin mendarat tiba-tiba burung elang menabrak tepat didepan moncong pesawat. Dan burung elang langsung mati dan setelah menabrak posisinya tetap menempel di moncong pesawat hingga mendarat di bandara. Burung elang yang sudah mati itu kini masih diamankan petugas bandara dan beratnya sekitar satu kilogram dengan lingkar dada mencapai 10 cm. 

"Dan untuk melakukan perbaikan moncong pesawat setidaknya membutuhkan sekitar tiga jam. Karena moncong pesawat ini sendiri didalamnya berfungsi sebagai radar, sehingga membutuhkan perbaikan yang sangat serius,"ungkapnya.

Sementara itu menurut salah seorang penumpang pesawat garuda yang baru saja mendarat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mengungkapkan sempat mendengar suara benturan kecil. Walaupun terdengar suara benturan tidak membuat seluruh penumpang merasa panik. Karena tidak mengetahui apa yang terjadi sehingga para penumpang hanya berdiam diri saja, setelah mengetahui pada saat mendarat ternyata ada seekor burung elang yang menabrak pesawat.

"Pada saat mau mendarat hanya mendengar suara benturan, namun suara itu tidak keras sekali sehingga tidak menanyakan apa yang terjadi. Begitu mendengar suara benturan para penumpang terlihat biasa saja tidak ada yang panik,"katanya. 

Pada waktu yang bersamaan para penumpang yang hendak berangkat dari Bandara Tjilik Riwut mau menuju Jakarta terpaksa terlantar. Karena disebabkan pesawat yang mengalami gangguan ini tidak bisa membawa para penumpang. Karena menurut informasi hingga pukul 15.00 pesawat masih dalam perbaikan. Terlihat beberapa penumpang yang berada di bandara sejak pagi hari menunggu diberangkatkan. Mengetahui pesawat yang akan mereka tumpangi batal diberangkatkan berbondong-bondong menuju loket mempertanyakan kejelasannya.

Menurut Fadil, Husni, Rosita para calon penumpang ini tetap merasa kecewa dengan keputusan dari pihak maskapai yang membatalkan keberangkatannya. Walaupun pihak maskapai sudah memberikan konpensasi berupa voucher pulsa senilai Rp300 ribu, penginapan dan uang transport sebesar Rp100 ribu. "Kita merasa kecewa dengan pembatalan ini, karena sudah sejak pagi hari menunggu disini,"ucapnya

Pihak maskapai terpaksa mengambil keputusan Pembatalan itu karena masih dilakukannya perbaikan pada moncong pesawat. Karena setelah ditabrak burung elang ternyata radar penutup itu ada rembesan udara yang mengakibatkan resiko tinggi. Hal ini disampaiakan Kepala Cabang Garuda Palangka Raya Agus Dewanta.

"Terpaksa kita lakukan pembatalan, karena apabila dilakukan penerbangan akan membahayakan. Selain itu jika pesawat diterbangkan pada ketinggian lebih dari delapan ratus kilometer perjam sangat berbahaya," katanya. (son)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 60 Persen Taman Nasional Berbak Rusak Parah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler