Pesawat itu Memang Jatuh karena Dibom

Minggu, 08 November 2015 – 07:56 WIB
Foto: AFP

jpnn.com - PARIS – Data awal kotak hitam Metrojet mengindikasikan adanya serangan bom dari luar yang mengakibatkan pesawat Airbus A321-200 tersebut celaka. Kemarin (7/11) Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengeluhkan tidak adanya laporan intelijen tentang ancaman serangan.

’’Data penerbangan dan rekaman suara dalam kotak hitam menunjukkan bahwa pesawat hilang kontak dengan menara kendali pada menit ke-24 setelah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Sharm el-Sheikh pada 31 Oktober lalu,’’ terang salah seorang sumber Airbus. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Mesir terkait dengan penyebab jatuhnya pesawat itu.

BACA JUGA: Lukisan Pablo Picasso Dilepas dengan Harga Superfantastis

Sebagai pemimpin penyelidikan, Mesir memang sangat berhati-hati dalam memberikan keterangan kepada media.

Termasuk, menepis klaim militan Negara Islam alias Islamic State (IS) atau ISIS Cabang Sinai bahwa merekalah yang menjatuhkan pesawat milik maskapai penerbangan Rusia tersebut. Dalam kecelakaan itu, seluruh penumpang yang berjumlah 217 orang dan tujuh kru pesawat tewas.

BACA JUGA: Sejarah! Presiden Tiongkok dan Taiwan Bertemu

Munculnya bukti yang mengarah kepada keterlibatan militan dalam insiden penerbangan terburuk Rusia itu membuat Kairo angkat bicara. Kemarin Shoukry menyesalkan tidak adanya informasi intelijen yang masuk ke Mesir terkait dengan ancaman penerbangan.

’’Beberapa negara memang hanya mengurusi kepentingan sendiri. Mereka tidak mengindahkan ancaman teror dari kawasan Sinai,’’ paparnya.

BACA JUGA: Duarrrr..... Empat Bom yang Dikendalikan Melalui Ponsel Meledak Di Pattani

Shoukry memang tidak menyebut negara yang dianggap mementingkan diri sendiri itu. Tetapi, akhir bulan lalu Amerika Serikat (AS) dan Inggris memperingatkan warganya tentang bahaya terorisme di resor kelas dunia tersebut.

Namun, dua negara itu tidak menginformasikan temuan intelijen mereka terkait dengan keamanan penerbangan kepada pemerintah Mesir.

’’Kami adalah pihak yang paling berkaitan dengan insiden tersebut. Karena itu, kami berharap segala informasi yang berkaitan dengan teknis penerbangan atau pesawat bisa diberitahukan kepada kami, bukan disiarkan ke publik,’’ kritik Shoukry.

Jumat lalu (6/11) Presiden Vladimir Putin membekukan seluruh penerbangan Rusia ke Mesir. Tetapi, dia belum memerintahkan evakuasi 80.000 warga Rusia yang tertahan di Mesir. (AP/AFP/BBC/hep/c4/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peluang Temukan Korban Selamat Reruntuhan Pabrik Di Lahore Tipis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler