Pesepak Bola Ini Tertangkap Basah Mengedarkan Narkoba, Barang Bukti Lumayan Banyak

Senin, 18 Mei 2020 – 20:23 WIB
Choirun Nasirin (dua dari kiri) saat masih berseragam PSMS musim lalu. Foto: Nina/pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Mantan kiper PSMS Medan musim 2019, Choirun Nasirin, ditangkap polisi karena terlibat kasus peredaran narkoba di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pemain PS Hizbul Wathan itu ditangkap di Hotel Sinar 2 Jalan Raya Pabean Sidoarjo, Minggu (17/5/2020).

BACA JUGA: 3 Bintara Ini Dipecat Secara Tidak Hormat Lantaran Bikin Malu Korps Bhayangkara

Dari tangannya, BNNP Jawa Timur menyita lima kilogram sabu-sabu.

Kemudian, dari pengembangan home industri narkoba ini terbongkar ada di Semarang juga.

BACA JUGA: Berita Duka: Abdul Haris Meninggal Dunia, Kami Turut Berbelasungkawa

Dari penelusuran kepolisian, barang haram yang dijual Nasirin didapat dari Dedi Manik warga Jakarta.

Selain keduanya, BNNP Jatim juga mengamankan Eko Susan Indarto warga Lamongan dan Novin Ardian warga Kendal.

BACA JUGA: Diminta untuk Memotivasi Napi, Konselor Ini Malah Berbuat Terlarang di Dalam Lapas

Setelah kejadian ini, tindakan tegas diambil Presiden klub PSHW Dhimam Abror dengan memutus kontrak Nasirin.

Ini sesuai dengan kesepakatan di kontrak apabila seorang pemain terbukti melanggar dan terlibat kasus hukum.

“Iya (benar Nasirin pemain PS HW, red), sudah kami pastikan ke Polres Sidoarjo dan juga BNN Jatim,” kata Dhimam, Senin (18/5) siang seperti dilansir JPNN.

“Kami juga sudah bicara ke Nasirin dan kami sampaikan bahwa kami memberhentikan dia dengan memutus kontrak,” imbuhnya.

Setelah berbicara dan menunjukkan kesepakatan di kontrak yang ditandatangani terkait terlibat permasalahan hukum ini, Dhimam menyebut Nasirin menerima pilihan sikap

“Nasirin sambil menangis mengatakan menyesal dan meminta maaf kepada pengurus PSHW dan semua masyarakat. Dia menerima keputusan pemecetan itu,” tegasnya.

Selama membela PSMS musim lalu, Nasirin sempat menjadi sorotan karena dua kejadian kontroversialnya.

Pertama saat 1 Agustus 2019, saat PSMS Medan melawan Sriwijaya FC (SFC) di Stadion Teladan, striker Sriwijaya FC Ahmad Ihwan nyaris menjadi korban tendangan kungfu horor yang dilakukan Nasirin.

Itu terjadi pada menit ke-79, saat Nasirin terlihat ingin meraih bola sepintas sengaja menjulurkan kakinya ke arah Ahmad Ihwan di kotak penalti.

Beruntungnya, kaki Nasirin tidak mendarat langsung di tubuh Ihwan.

Namun Ihwan terjatuh karena berbenturan dengan tubuh Nasirin.

Karena insiden ini, para pemain sempat beradu mulut dan saling dorong.

Pemain SFC protes atas tindakan Nasirin yang bisa saja melukai Ihwan dengan sangat fatal.

Apalagi, setelah itu, wasit Bardan Landihae (Kalimantan Barat) tidak mengeluarkan kartu kuning.

Nasirin sempat menjadi bulan-bulanan di media sosial dan akhirnya mengucapkan permintaan maaf.

Selanjutnya, pada 6 September 2019 di Stadion Maulana Yusuf, ketika PSMS melawan Perserang Nasirin tiba-tiba tumbang di lapangan saat pertandingan berlangsung.

Dia kejang-kejang hingga sempat pingsan hanya persekian detik pada menit ke-6.

Alhasil, Nasirin terpaksa dibawa keluar lapangan dan digantikan Alfonsius Kelvan hingga pertandingan usai dengan skor 2-1 untuk tuan rumah.

BACA JUGA: Terungkap, Ini Motif Wanita Potong 4 Jari Tangan dan Mengaku Korban Pembegalan

Usai kejadian itu muncul berbagai dugaan, dia terserang epilepsi hingga gangguan dari dunia lain. (nin)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler