Pesona Memudar, Macron Mulai Ditinggal Sekutu

Kamis, 04 Oktober 2018 – 08:31 WIB
Emmanuel Macron. Foto: AFP

jpnn.com, PARIS - Emmanuel Macron baru menjabat presiden Prancis selama 16 bulan. Dalam tiga bulan terakhir, tiga sekutunya meninggalkan kabinet yang dia pimpin. Popularitas presiden termuda Negeri Menara Eiffel itu juga terus turun.

Terakhir, popularitasnya berkisar 30 persen. Padahal, tahun lalu reputasinya masih berada di kisaran 60 persen.

BACA JUGA: Mantan Perdana Menteri Prancis Maju Pemilu Barcelona

"Rakyat Prancis dan penduduk Lyon butuh kejelasan. Karena itulah, saya mengundurkan diri," kata Gerard Collomb sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa (2/10).

Collomb adalah menteri ketiga yang meninggalkan kabinet Macron. Politikus 71 tahun tersebut meletakkan jabatannya sebagai menteri dalam negeri.

BACA JUGA: Tahun Ajaran Baru, Sekolah Prancis Bersih dari Gawai

Sebenarnya Collomb sudah menyampaikan pengunduran dirinya pada Senin (1/10). Namun, saat itu Macron menolak mentah-mentah permohonannya. Suami Brigitte itu tidak mau Collomb meninggalkan kabinet. Dia berusaha membujuk tokoh senior Partai Sosialis tersebut untuk bertahan.

Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, Collomb kembali menyampaikan pengunduran dirinya kepada Macron. "Saya harus tetap mundur," tegasnya. Kali ini Macron mengabulkannya.

BACA JUGA: Prancis Haramkan Gadget di Sekolah

Di hadapan media, Collomb menyatakan akan maju dalam pemilihan wali kota Lyon pada 2019. Dia tidak mau memanfaatkan posisinya sebagai menteri dalam kampanye calon wali kota.

Karena itulah, dia memilih untuk mundur. "Saya tak mau pencalonan ini malah bikin pamor Kementerian Dalam Negeri jatuh," ujar pria yang pernah 16 tahun menjadi wali kota Lyon tersebut.

Meski alasan yang Collomb paparkan masuk akal, para pengamat politik tidak percaya begitu saja. Menurut mereka, ada alasan yang jauh lebih besar di balik pengunduran diri Collomb. Apalagi, alumnus University of Lyon itu sebelumnya pernah mengungkapkan kegundahannya kepada publik.

Sejak awal September, Collomb berencana mundur dari jabatan menteri dalam negeri. Semula dia bakal mundur setelah Pemilu Uni Eropa 2019. Namun, keputusan tersebut mendadak berubah. Macron pun terpaksa menunjuk Perdana Menteri (PM) Edouard Philippe menjadi pelaksana tugas atau menteri dalam negeri sementara.

Pengunduran diri Collomb merupakan kehilangan besar bagi Macron. Bagi pemimpin 40 tahun itu, Collomb adalah mentor politiknya. Collomb pula yang banyak mendukungnya dalam kampanye presiden tahun lalu.

Pemerintah maupun para pakar tidak khawatir soal popularitas Macron yang kian turun. Menurut para pejabat pemerintahan, Macron sudah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Menurut Sue Collard, pakar politik Prancis, popularitas pemimpin negara pasti turun di tengah pemerintahan. "Mungkin dia harus lebih berhati-hati dengan ucapannya. Itu saja," tuturnya. (bil/c14/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prancis Dapat Setengah Triliun, Pemain Kebagian Rp 4,7 M


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler