Petani Lampung Keluhkan Pupuk, Bibit Hingga Harga Panen kepada Ganjar Pranowo

Jumat, 27 Oktober 2023 – 00:01 WIB
Para petani di Lampung yang mengadu langsung kepada Ganjar Pranowo. Dok: tim media Ganjar.

jpnn.com, LAMPUNG TIMUR - Bakal capres 2024 Ganjar Pranowo berkunjung ke Way Jepara, Lampung Timur, Kamis (26/10). Kedatangannya ke salah satu kampung tua di Lampung itu untuk berkunjung dan menginap di rumah warga.

Kesempatan itu tak disia-siakan para petani Lampung. Mereka yang tahu Ganjar ke Way Jepara, langsung berbondong-bondong menemui sosok pria berambut putih itu dan menyampaikan keluh kesahnya.

BACA JUGA: Kontribusi Mak Ganjar Untuk Tekan Kasus Stunting di Lampung

"Senang sekali kami bisa bertemu Pak Ganjar yang notabene calon presiden kita. Malam ini kami perwakilan petani di Lampung ingin menyampaikan keluh kesah dan berharap Pak Ganjar bisa membantu kami menyelesaikannya," kata perwakilan petani, Jabung.

Jabung mengatakan ada beberapa persoalan yang dihadapi petani di Lampung, di antaranya adalah minimnya penyuluh pertanian yang mendampingi petani.

BACA JUGA: Kiai Muda Ganjar Rapatkan Barisan dan Perkokoh Solidaritas Bareng Ulama di Mojokerto

"Kami petani merasa dibiarkan, tidak pernah mendapat pelatihan. Padahal kami ingin SDM (sumber daya manusia) petani ini ditingkatkan agar menjadi unggul," kata dia.

Selain itu, pupuk subsidi yang langka juga menjadi persoalan. Selama ini, petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.

BACA JUGA: Ganjar dan Uskup Bandar Lampung Mgr Vincensius Bicara Kebinekaan Sembari Menyantap Bubur Ayam

"Selain kami harap kuota pupuk subsidi ditambah, kami ingin juga ada pelatihan. Sebenarnya kami ingin dilatih membuat pupuk organik dengan bahan yang ada di sekitar kami. Karena kami tidak ingin bergantung terus pada pupuk kimia," ujar dia.

Persoalan bibit juga menjadi masalah serius. Kepada Ganjar, para petani Lampung berharap Ganjar mampu menyelesaikan persoalan bibit yang harganya selangit.

"Tolong, Pak, bibit harganya selangit. Bibit jagung saja per lima kilo harganya Rp 500.000. Belum pupuk, biaya produksi lahan dan lainnya. Nah waktu panen, harganya anjlok," ujar Jabung.

"Katanya kami ini tuan Bapak, jadi kami minta dilayani oleh Bapak. Tolong layani para petani, Pak. Kami sebenarnya tidak masalah pupuk mahal, bibit mahal, tetapi waktu panen harganya tolong yang tinggi. Tidak seperti sekarang, pasca panen harganya anjlok," timpal Made Swastika, petani Lampung lainnya.

Ganjar dengan serius mencatat dan mendengarkan semua persoalan yang disampaikan para petani Lampung itu. Dia menjawab semuanya dan memberikan solusi dengan baik.

Soal kurangnya penyuluh misalnya, Ganjar sepakat bahwa Indonesia memang kekurangan penyuluh pertanian. Maka penyuluh mesti ditambah.

Soal pupuk langka, Ganjar mengatakan memang stok pupuk sedang menipis. Pupuk bersubsidi banyak yang tidak tepat sasaran, petani besar banyak yang membeli pupuk bersubsidi itu.

"Maka itulah pentingnya data. Saya di Jateng sudah membuat kartu tani untuk mendata itu. Siapa, tanam apa, di mana, berapa luasannya dan kapan panennya. Kalau data itu bisa presisi, maka persoalan pupuk subsidi bisa tepat sasaran," ujar Ganjar.

Ganjar juga menanggapi terkait harga pasca panen para petani. Dia mengatakan harus ada kemitraan antara petani dengan perusahaan besar agar petani mendapat harga yang pantas.

Dia juga mendorong agar para petani tidak menjual hasil secara mentah, melainkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi.

"Selain itu, kita juga perlu mengembalikan fungsi Bulog sebagai offtaker dari para petani ini, agar hasil pertanian bisa terserap dengan harga yang pantas," pungkasnya. (cuy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kunjungi Pedalaman Lampung, Ganjar Disambut Warok dan Kejutan dari Warga


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler