Petani Lebak Beralih Mengembangkan Tanaman Sayuran

Selasa, 27 Agustus 2019 – 23:03 WIB
Dinas Pertanian dan Perdagangan Kabupaten Lebak mencatat 2.247 hektare sawah yang terdampak kekeringan dan gagal panen. Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/Antara

jpnn.com, LEBAK - Akibat kemarau panjang sejak dua bulan terakhir, sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, kini beralih mengembangkan tanaman sayuran.

"Kami lebih mengembangkan pertanian sayuran karena menguntungkan dibandingkan tanaman padi yang mengalami kekeringan," kata H Acep, seorang petani di Desa Luhur Jaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Selasa (27/8).

BACA JUGA: Lima Kecamatan di Kabupaten Lebak Dapat Pasokan Air Bersih

Pengembangan pertanian sayuran tidak begitu banyak memerlukan pasokan air juga permintaan pasar cukup tinggi. Petani cukup membasahi tanaman pagi dan sore, sehingga tanaman sayuran tumbuh hingga panen.

Para petani mengembangkan tanaman sayuran itu dengan memanfaatkan lahan persawahan yang tidak ditanami padi akibat kekeringan. Tanaman sayuran setelah 40 hari dapat dipanen.

BACA JUGA: Lahan Perkebunan Terbakar Nyaris Merembet ke Permukiman Warga

BACA JUGA: Ratusan Petani Terancam Gagal Panen di Musim Kemarau

"Kami dan petani lainnya di sini mengembangkan sayuran paria, kacang panjang dan ketimun," katanya.

BACA JUGA: Kirim Air Bersih, Polres Serang Kerahkan Kendaraan Armor Water Canon

Menurut dia, saat ini harga sayuran relatif bagus dan menguntungkan karena di tingkat petani mencapai Rp 6.000/Kg.

Produksi tanaman sayuran jika panen bisa menghasilkan sebanyak dua ton/petak selama sepekan. Apabila, petani menjual sebanyak dua ton dengan harga Rp 6.000/Kg maka pendapatan petani sebesar Rp 12 juta.

"Kami setiap pekan bisa menjual produksi sayuran jenis ketimun dan kacang panjang ke Pasar Induk Bogor," ujarnya.

Petani lainnya Suhari, dari Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Lebak mengatakan sebagian besar petani pada musim kemarau meninggalkan padi sawah karena mengalami kekeringan.

BACA JUGA: Pengumuman! Musim Kemarau Sudah Tiba, Lebih Kering

Sebab areal persawahan tidak cocok ditanami padi karena kekeringan hingga terlihat petak-petak sawah tanahnya terbelah. Karena itu, petani di sini lebih memilih tanam ketimun dan kacang panjang karena sudah ditampung oleh tengkulak.

"Kami sekali musim panen bisa mendapatkan sekitar Rp 15 juta dari empat petak itu," katanya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Iman Nurzaman mengimbau petani agar mengembangkan pertanian sayur-sayuran sehubungan musim kemarau panjang.

Pertanian tanaman sayuran cukup menjanjikan pendapatan ekonomi petani karena permintaan pasar cukup tinggi.

"Kita berharap ke depan petani bisa mengganti pola tanam dari padi sawah ke tanaman sayuran untuk meningkatkan produksi ketahanan pangan dan ekonomi petani menjadi lebih baik," katanya. (mansyur suryana/ant/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siasati Musim Kemarau, Ditjen Hortikultura Pacu Pengembangan Varietas Cabai Unggul


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler