Petani Mulai Gencar Produksi Kopi Panggang dan Bubuk

Jumat, 07 Juli 2017 – 14:27 WIB
Ilustrasi kopi. Foto: Radar Semarang/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Petani kopi di Jawa Timur memiliki cara tersendiri untuk memperoleh nilai tambah di tengah persaingan dengan kopi impor.

Caranya dengan meningkatkan kapasitas hilirisasi produk kopi melalui kopi roasting (panggang) dan powder (bubuk).

BACA JUGA: Minum Secangkir Kopi Bisa Mengurangi Risiko Kanker Hati?

Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Jawa Timur Bambang Sriono menjelaskan, tren permintaan kopi roasting dan powder meningkat.

Sebab, banyaknya kafe dan restoran membuat gaya hidup masyarakat berubah.

BACA JUGA: Arti Kopi Buat Rio Dewanto

”Dulu kebanyakan menyeduh kopi bubuk siap saji. Sekarang maunya kopi original yang masih segar dan belum digiling, tetapi sudah matang atau kopi roasting,” katanya.

Penjualan kopi roasting sebenarnya dimulai sejak 2006. Namun, baru dua tahun belakangan ini trennya terus meningkat.

BACA JUGA: Popularitas Bali Dongkrak Pariwisata Jatim

Petani kopi selama ini belum mampu berinvestasi membeli alat roasting yang harganya mulai belasan hingga ratusan juta.

“Namun, saat ini dukungan pemerintah cukup bagus untuk hilirisasi dengan menganggarkan dana untuk pembelian mesin-mesin roasting kopi,” ungkap Bambang.

Kopi roasting sejauh ini masih berfokus melayani pasar domestik. Sebab, produsen masih kewalahan melayani permintaan dalam negeri.

Kopi roasting disuplai sebagai produk kemasan untuk rumah tangga dengan porsi 30 persen, sedangkan cafe serta restoran dengan porsi 70 persen.

Tahun ini, petani kopi akan lebih fokus menggarap pasar domestik dengan produk roasting tersebut.

Harga jual yang bisa diperoleh petani pun jauh lebih tinggi dibanding harus menjual kopi mentah.

”Pasar domestik sangat menjanjikan,” terang Bambang.

Tahun ini, produksi tanaman kopi di Jawa Timur diprediksi turun 20–30 persen karena faktor alam dan cuaca yang tidak menentu di sentra-sentra kopi.

Penurunan produksi tersebut berpeluang untuk membuat nilai ekspor kopi anjlok.

Namun, asosiasi optimistis permintaan biji kopi, roast bean, dan kopi bubuk masih bisa terpenuhi.

Tahun lalu, produksi kopi rakyat Jatim mencapai 78.745 ton. Di antara jumlah tersebut, 58.600 ton diekspor. (car/c21/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini 7 Dampak Negatif Terlalu Banyak Minum Kopi


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler