Petani Tebu Desak Pemerintah Tekan Impor Gula

Kamis, 20 Juli 2017 – 21:14 WIB
Gula rafinasi. Foto: JPG

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikun mendesak pemerintah menekan impor gula ke Indonesia. Menurut Soemitro, sejauh ini ada kelebihan impor gula yang diindikasikan dengan banyaknya rembesan gula rafinasi di beberapa daerah.

"Impor gula harus dibatasi sesuai kebutuhan dong. Kebutuhan manusia Indonesia katakanlah rata-rata sebelas kg setahun per orang. Jadi jangan dilebih-lebihkan," katanya, dalam rapat kerja nasional APTRI bertema Keberpihakan Pemerintah terhadap Kesejahteraan Petani Tebu, di Jakarta, Kamis (20/7).

BACA JUGA: APTRI Tolak HET Gula Rp 12.500 per Kilogram

Rakernas tersebut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Dr. Kasan, M.M, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ir. Bambang MM, Kasubdit Tebu dan Pemanis Lain Kementerian Pertanian Ir. Gede Wirasuta, perwakilan dari direksi PTPN, pengurus Kadin, pejabat direktorat pajak serta pihak terkait lainnya.

Soemitro mengungkapkan, pembatasan bahkan penghentian impor gula menjadi hal penting kalau memang komitmen terhadap swasembada gula ingin dicapai. Hal ini juga sangat ditentukan oleh kesejahteraan petani gula agar tetap mau konsisten menanam tebu.

BACA JUGA: Penerapan PPN 10 Persen Menghancurkan Petani Tebu

"Kalau kesejahteraan petani gula hancur, maka saya yakin mereka makin lama tidak mau menanam tebu. Nah, kalau gak menanam tebu berarti harus impor. Kalau impor jelas berarti bertolak belakang dengan keinginan swasembada gula," imbuhnya.

Menurut Soemitro, banyak salah perhitungan yang akhirnya dijadikan alasan untuk menaikkan angka impor gula dari waktu ke waktu. Padahal kebutuhan pada konsumsi gula tak bisa disamakan dengan kebutuhan akan daging sapi. Konsumsi gula belum tentu meningkat jika kesejahteraan ekonomi meningkat. Berbeda dengan daging yang konsumsinya makin meningkat ketika kesejahteraan ekonomi masyarakat naik.

BACA JUGA: Sejumlah Bahan Pokok di Supermarket Masih Kosong

"Makin mapan ekonomi makin kencang juga makan daging. Sebaliknya kadang konsumsi gula bagi kalangan ekonomi atas justru menurun dibanding kalangan menengah. Sering terjadi makin kaya makin mengurangi gula," tuturnya.

Masih terkait impor, APTRI mendukung rencana pemerintah untuk mendirikan pabrik gula baru berbasis tebu yang memproduksi gula putih, sehingga kebutuhan dalam negeri makin mudah terpebuhi. Namun jangan sampai pabrik gula itu justru menggiling raw sugar impor. "Ini syarat mutlak, jangan nanti pabrik baru dibuat kemudian dijadikan celah untuk impor raw sugar. Kalau begitu kan sama saja bohong," kata Soemitro.

APTRI mendesak agar upaya mengurangi impor dilakukan dengan konsisten, dan impor itu pun harus benar-benar sesuai kebutuhan. Pada saat bersamaan dilakukan pula pembenahan pada tata kelola gula rafinasi. Dalam hal ini APTRI mendukung rencana penerapan sistem lelang gula rafinasi secara online.

Ketua Panitia Mukernas yang juga Sekretaris Jenderal APTRI, M. Nur Khabsyin menjelaskan bahwa Rakernas APTRI ini dihadiri utusan pengurus DPD dan DPC APTRI. Para GM dan administratur pabrik gula se-Indonesia dengan jumlah sekitar 300 orang.

"Kami sangat apresiasi jajaran Kemendag dan Kementan, karena kehadirannya dalam Rakernas ini menunjukkan bahwa ada keberpihakan pemerintah kepada petani tebu rakyat Indonesia," kata Nur Khabsyin.

Dia mengatakan, rakernas APTRI ini digelar untuk memenuhi amanat AD/ART APTRI, juga menetapkan program kerja dan mengevaluasi progres kerja setahun terakhir, dan juga membuat keputusan sekaligus nantinya mengeluarkan rekomendasi.

"Tema rakernas Keberpihakan Pemerintah terhadap Kesejahteraan Petani Tebu. Jadi ini sangat penting, karena petani tebu semakin terpinggirkan dan ini momentum baik bagi petani tebu untuk lebih sejahtera," tandas Nur Khabsyin. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perluas Distribusi, Bulog Suplai Gula ke Pasar Modern


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Impor Gula   gula  

Terpopuler