Petisi Setop Pemindahan IKN Viral Lagi, Ruhut Sitompul Menyerang Balik, Teramat Telak

Selasa, 15 Maret 2022 – 17:17 WIB
Politikus PDIP Ruhut Sitompul menanggapi petisi menyetop pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang kembali viral. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul menanggapi soal petisi menyetop pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang kembali viral dan masuk trending topic di Twitter.

Ajakan untuk menandatangani petisi yang dibuat dengan judul "Pak Presiden, 2022-2024 Bukan Waktunya Memindahkan Ibukota Negara" itu viral lagi setelah ada kegiatan ritual Kendi Nusantara di lokasi IKN Nusantara di Kaltim yang diikuti Presiden Jokowi, Senin (14/3).

BACA JUGA: Pemerintah Merehabilitasi Kawasan IKN sebagai Hutan Tropis

Ruhut menilai inisiator petisi itu merupakan orang-orang yang stres.

"Tokoh-tokoh yang merasa tokoh ini saya lihat mereka terlihat makin stres. Kenapa? Karena bukan sekali ini mereka menanggapi dengan penilaian negatif," kata Ruhut Sitompul kepada JPNN.com, Selasa (15/3).

BACA JUGA: Jokowi Gelar Ritual Kendi Nusantara, PA 212: Menggelikan!

Ruhut Sitompul mengatakan tokoh-tokoh yang menginisiasi petisi tersebut juga tidak berprestasi saat menduduki jabatan publik.

"Enggak pernah ada prestasinya mereka. Mereka bisa mencoba mempengaruhi masyarakat, bilang Pak Jokowi enggak ada prestasinya, jangan begitu, dong," ujar Ruhut.

BACA JUGA: Amien Rais Menghantam Presiden Jokowi, Pembelaan Ruhut Keras Banget

"Kalau saya jujur saja, ibarat Pak Jokowi itu kafilah, anggap saja mereka anjing-anjing yang menggonggong, tetapi Pak Jokowi tetap berjalan, kafilah tetap berlalu, dan didukung oleh rakyat," sambung pria kelahiran 24 Maret 1954 itu.

Diketahui, ada 45 orang yang menjadi inisiator petisi tersebut.

Beberapa di antaranya sudah tidak asing di telinga masyarakat, seperti Din Syamsuddin, ekonom senior Faisal Basri, eks Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Muhammad Said Didu, Fadhil Hasan, dan masih banyak lagi.

Saat dilihat JPNN.com pada Selasa (15/3) pukul 08.56 WIB, petisi yang digulirkan sebulan yang lalu itu baru mendapat dukungan 34.758 tanda tangan.

"Kami para inisiator mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk mendukung ajakan agar Presiden menghentikan rencana pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan," tulis CEO dan Co-Founder Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat di dalam petisinya. (cr1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lihat Tuh Kemesraan Jokowi dengan Iriana, Pegangan Tangan Turuni Anak Tangga di IKN


Redaktur : Soetomo
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler