Petrosea Catatkan Laba Hingga 36,25 Persen Selama Pandemi

Jumat, 15 Mei 2020 – 12:25 WIB
Direksi Petrosea saat meninjau lokasi penambangan batu bara. Foto: dok. Petrosea

jpnn.com, JAKARTA - PT Petrosea Tbk. (PTRO) berhasil menjaga kinerja keuangannya di tengah pandemi COVID-19.

Kuartal pertama 2020, Petrosea mencatatkan kenaikan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 36,25 persen menjadi USD4,21 juta dari USD3,09 juta pada periode sama tahun lalu.

BACA JUGA: Kinerja Moncer, Petrosea Raih Laba Bersih USD 31 Juta

Sementara itu, total pendapatan perusahaan turun 10,06 persen secara year-on-year dari USD115,15 juta menjadi USD103,57 juta.

"Pencapaian pada kuartal pertama ini merupakan hasil dari implementasi inisiatif strategis perusahaan, untuk melakukan transformasi kegiatan operasional melalui digitalisasi serta operational excellence yang terus ditingkatkan di dalam seluruh lini bisnis dan fungsi pendukung," kata Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5).

BACA JUGA: Petrosea Raih Untung USD 20,58 Juta Per September 2019

Meskipun terus menghadapi berbagai tantangan di pasar batubara global, total produksi batu bara naik 6,27 persen yang mencapai 7,63 juta ton, dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, total pengupasan lapisan tanah penutup mencapai 27,12 juta BCM, turun 4,99 persen dibandingkan 28,64 juta BCM pada kuartal pertama tahun 2019.

BACA JUGA: INDY Refloating Saham Petrosea

"Kontribusi lini bisnis Kontrak Pertambangan mencapai USD60,24 juta atau 58,16 persen terhadap total pendapatan Perusahaan, yang didorong oleh aktivitas pengupasan lapisan tanah penutup dan produksi batubara yang dilakukan untuk beberapa klien," ungkapnya.

Kontribusi lainnya, kata Hanifah, didapatkan dari lini bisnis rekayasa dan konstruksi sebesar USD23,25 juta atau 22,45 persen terhadap total pendapatan perusahaan yang di dorong oleh beberapa proyek untuk PT Freeport Indonesia.

Sedangkan kontribusi dari Petrosea Logistics & Supply Services (PLSS) mencapai USD18,99 juta yang sebagian besar diperoleh dari PT Kuala Pelabuhan Indonesia serta aktivitas Petrosea Offshore Supply Base (POSB) di Sorong. (zil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler