Petrosea Raih Untung USD 20,58 Juta Per September 2019

Jumat, 01 November 2019 – 07:39 WIB
Direksi Petrosea saat meninjau lokasi penambangan batubara. Foto: dok. Petrosea

jpnn.com, JAKARTA - PT Petrosea Tbk. (PTRO) mencatatkan total pendapatan sebesar USD 378,74 juta pada akhir September 2019. Angka ini naik 16,12 persen dari USD 326,16 juta pada tahun sebelumnya. Sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD 20,58 juta, naik 15,81 persen secara year-on-year.

Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya mengungkap, kontribusi dari lini bisnis Kontrak Pertambangan mencapai USD 220,35 juta, atau 58,18 persen dari total pendapatan Perusahaan. Meskipun menghadapi kondisi pasar batubara global yang terus menantang, volume pengupasan lapisan tanah penutup meningkat sebesar 30,19 persen quarter-to-quarter dari 29,68 juta BCM menjadi 38,64 juta BCM pada kuartal ini.

BACA JUGA: ABM Berhasil Reklamasi 68 persen Lahan Tambang Batubara di Kalimantan

“Kontribusi berikutnya didapat dari lini bisnis Rekayasa & Konstruksi yang menyumbangkan US$81,85 juta, didapat dari beberapa proyek infrastruktur di Kalimantan Tengah dan Timur untuk Maruwai Coal dan Kideco Jaya Agung, serta di Papua dan Jawa Timur untuk Freeport Indonesia,” kata Hanifa dalam siaran tertulisnya, Jumat (1/11).

Sedangkan kontribusi dari lini bisnis Petrosea Logistics & Support Services juga naik sebesar 19,63 persen menjadi USD 74,34 juta, didapatkan dari pengembangan fuel & material storage facility untuk KGTE, kegiatan loading-unloading dan penyediaan storage facilities di POSB Sorong, serta penyediaan port operations and services untuk Freeport Indonesia melalui Kuala Pelabuhan Indonesia.

BACA JUGA: Pertumbuhan Bisnis Digital Moncer, Telkom Bukukan Laba Bersih 15 Persen

“Seluruh pencapaian sampai dengan kuartal ketiga tahun 2019 ini diperoleh dari peningkatan produktivitas melalui implementasi operational excellence, kapabilitas teknis dan rekayasa yang kuat, serta transformasi digital operasional tambang yang dilaksanakan untuk memacu kinerja finansial dan operasional Perusahaan,” ujar Hanifa.

Menurut Hanifa, Petrosea menjadi perusahaan tambang satu-satunya yang diseleksi oleh World Economic Forum untuk masuk ke dalam Global Lighthouse Network pada acara Annual Meeting of the New Champions, di Dalian, China, pada 3 Juli 2019 lalu. Saat ini Petrosea telah menjadi salah satu dari 26 perusahaan di dunia yang bergabung di dalam Global Lighthouse Network. (mg7/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler