Petrus Merajalela, Aparat Dinilai Tak Berdaya

Minggu, 01 September 2013 – 12:01 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Aksi penembakan misterius (petrus) makin marak. Polri dinilai tidak berdaya mencegah dan menangkap pelaku. Selama 45 hari terakhir sudah terjadi 20 kasus penembakan misterius dan hanya satu pelaku yang berhasil ditangkap polisi di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan data Indonesia Police Watch (IPW), aksi petrus terjadi mulai dari Aceh hingga Papua. Dari 20 kasus petrus tersebut, 10 kasus terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

BACA JUGA: Tolak Rencana Penamaan Jalan dengan Nama Soeharto

Sasaran petrus antara lain 10 mobil, 3 halte busway, 1 rumah polisi, 4 polisi dan 1 penembakan pada TNI dan lain-lain. "Akibatnya tiga orang luka dan lima tewas. Tiga di antara yang tewas adalah polisi," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S.Pane di Jakarta, Minggu (1/9).

Neta menduga aksi main tembak itu akibat dua hal. Pertama, pemerintah sangat permisif terhadap keberadaan senjata api di kalangan sipil dan tidak ada kebijakan untuk memberantas secara total. Menurutnya, kondisi Ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari warga sipil pemegang senjata api.

BACA JUGA: Biaya Seleksi CPNS Rp 30 Juta Per Orang

"Akibatnya keinginan warga sipil memiliki senjata api kian tinggi. Sehingga aksi penyelundupan senjata api ke Indonesia kian deras dan produksi senjata api rakitan kian diminati banyak orang," katanya.

Sikap permisif pemerintah terlihat pula dari pembiaran pada keberadaan airsoft gun. Senjata mainan yang kian mirip dengan senjata orisinal maupun organik itu dibiarkan bebas di pasaran.

BACA JUGA: Kemen PAN-RB Jamin Tes CPNS Serentak

Sedangkan penyebab kedua karena aparat kepolisian tidak serius menindak warga sipil yang memegang senjata ilegal. Neta mengatakan, mantan pejabat yang sewenang-wenang dengan senjata api tidak diproses secara hukum dan cenderung dibiarkan.

"Ketika polisi tidak mau memberikan kepastian hukum, rakyat pun kian nekad main hakim sendiri dan melakukan aksi koboi di jalanan. Jika pemerintah dan polisi tidak tegas dalam melakukan penegakan hukum, aksi main tembak di jalanan akan terus berkembang di negeri ini," katanya.(gir/fas/jpnn)

Berikut Kasus-Kasus Penembakan di Indonesia dalam 45 Hari Terakhir:

  • 31 Agustus 2013: Pratu Andre anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Puncak Jaya, pedalaman Papua, tewas tertembak saat berpatroli di kawasan Tinggineri, sekitar dua jam perjalanan dari Mulia.
  • 30 Agustus 2013: Insiden penembakan terjadi di lahan pembangunan hotel di Jalan Pasar Baru Timur, Sawah Besar, Jakarta. Pelakunya berinisial E mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Tidak ada korban dalam insiden tersebut.
  • 30 Agustus 2013: Aksi penembakan terhadap taksi Bluebird terjadi di ruas Tol Pancoran, Jakarta Timur. Sopir Bluebird, Deffi Erfian (40) sempat melihat seseorang berbadan tegap di dalam mobil penembak. Aksi penembakan terjadi saat taksi melaju membawa penumpang menuju Hotel Sultan. Akibat tembakan itu kaca bagian kiri depan taksi mengalami retak-retak.
  • 28 Agustus 2013: Honda Jazz milik Afiz, anak Ketua DPRD Banten Aeng Haerudin, ditembak dua orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor di depan Giant, Jalan Raya Serang, Pandeglang. Tembakan di malam hari itu tidak mengenai Afiz tapi menghantam kaca pintu depan sebelah kanan mobilnya.
  • 16 Agustus 2013: Dua polisi yang bertugas di Polsek Pondok Aren, Aiptu Koes dan Bripka Ahmad Maulana tewas ditembak pukul 22.00. Keduanya ditembak saat melintas di depan masjid Bani Umar Pondok Aren, Tangerang Selatan. Saat itu keduanya sedang berpatroli dalam rangka mengamankan peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus.
  • 13 Agustus 2013: Rumah AKP Andreas Tulam di Jalan Taman Banjar Cluster Yunani, Blok B49 No.6, Perumahan Banjar Wijaya, Tangerang ditembak orang tak dikenal. Insiden itu terjadi saat AKP Tulam akan berangkat dinas ke Polda Metro Jaya. Akibat tembakan itu kaca pintu rumah korban pecah.
  • 9 Agustus 2013: Empat penembakan terhadap empat mobil terjadi di empat lokasi berbeda di Kulonprogo, Jogja. Mobil yang ditembak truk, Toyota Rush, dan Isuzu Panther di Dusun Trayu. Toyota Avanza di Desa Kranggan. Penembakan terjadi malam hari. Beberapa jam sebelumnya penembakan terhadap mobil juga terjadi di Bantul.
  • 9 Agustus 2013: Halte Busway di kawasan Cawang Cikoko, Jakarta menjadi sasaran penembakan orang tidak dikenal. Akibatnya sebagian kaca halte pecah.
  • 9 Agustus 2013: Halte busway di kawasan Cawang Ciliwung, Jakarta Timur, ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 23.10 WIB. Pelaku penembakan diduga menggunakan mobil Fortuner warna hitam
  • 9 Agustus 2013: Orang tak dikenal menembak halte Busway Tebet, di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Akibatnya, kaca halte hancur berantakan. Dari kaca yang retak, tampak lubang bekas peluru  namun tak ditemukan selongsong  di lokasi kejadian. Pada 13 Agustus 2012, halte yang sama juga pernah ditembak orang tak dikenal bersama sejumlah halte busway lainnya, seperti Halte Busway Slamet Riyadi,  Matraman, Jatinegara, Raden Inten, dan Cawang.
  • 7 Agustus 2013: Aiptu Dwiyatna tewas ditembak saat hendak berangkat kerja ke Polsek Cilandak, Jakarta Selatan pukul 05.00 WIB. Korban ditembak saat melintas di depan RS Sari Asih, Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Peluru menembus pelipis kiri Dwiyatna.
  • 5 Agustus 2013: Mobil travel yang sedang melaju membawa penumpang ditembak pengemudi Avanza B 1310 FFZ di Jl Pandanaran, depan Pasar Boyolali, Jawa Tengah. Beberapa jam kemudian Polres Boyolali berhasil menangkap pelakunya, yakni Aditya Khatib Wicaksono warga Bekasi yang hendak mudik ke Wonogiri. Selain itu polisi menyita airsoft gun merk Jericho, satu magazine serta satu butir peluru airsoft gun.
  • 31 Juli 2013: Mobil ambulans yang sedang mengangkut warga sakit ditembak orang tak dikenal di Puncak Jaya, Papua. Seorang penumpang tewas dan dua lainnya menderita luka tembak. Insiden terjadi saat mobil ambulans mengevakuasi warga yang sakit dari Distrik Tingginambut menuju RSUD Mulia Ibukota Puncak Jaya.
  • 27 Juli 2013: Aipda Patah Saktiyono (53) anggota Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat mengalami luka di bagian dada, setelah ditembak dua orang tidak dikenal yang menggunakan motor matic. Peristiwa ini terjadi di Jl Cirendeu Raya, tepatnya di depan sekolah Al Path, Cirendeu, Tangerang Selatan, pukul 04.30 WIB.
  • 14 Juli 2013: Mobil Taruna BL-847-PZ milik Fadil Muhammad (33) Wakil Ketua Komisi A DPRD Aceh Timur ditembak orang tak dikenal saat parkir di depan Kantor Partai Aceh (PA) di Desa Peulalu, Kecamatan Simpang Ulim pukul 03.00 dini hari. Ada tiga lobang bekas tembakan di mobil korban.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pramono Edhie Mulai Sosialisasikan Diri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler