Petugas Razia Kawasan Peredaran Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Ada Bedeng Beralarm

Rabu, 06 Oktober 2021 – 10:42 WIB
Bedeng yang diduga dibuat oknum pembeli dan pemakai narkotika di Jalan Kunti. Foto: Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Ratusan personel gabungan melakukan operasi di kawasan yang kerap terjadi peredaran narkotika di Jalan Kunti, Sidotopo, Semampir, Surabaya, Rabu (6/10) dini hari.

Personel gabungan tersebut melibatkan anggota Ditsamapta, Ditsabhara, dan Ditresnarkoba Polda Jatim. Selain itu ada dari Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak serta BNNP Jatim.

BACA JUGA: R Bawa Celurit Menuju Rumah H, di Sana Sudah Ada HS & S, Mencekam

Di permukiman padat penduduk itu, petugas langsung memasuki gang-gang sempit. Kemudian tiba di sebuah parit selokan selebar tiga meter.

Petugas melihat sebuah bedeng berbahan kayu beratap terpal dan lapisan banner bekas. Saat mengintip bagian dalamnya terdapat meja panjang.

BACA JUGA: Begini Cara Oknum ASN Aniaya Anak Tiri, Semua Orang Tua Pasti Marah, Geram

Diduga, hunian sementara itu menjadi tempat khusus bagi para oknum pembeli atau pengguna narkotika untuk menikmati barang haram yang dibelinya.

"Mereka kalau pakai di sini, kalau ketahuan langsung lari ke arah ujung parit," ucap salah satu anggota polisi.

Rupanya bedeng tersebut terdapat sebuah pengaman. Ketika ada seseorang yang hendak masuk ke sana akan terdeteksi dari dalam.

Yaitu terdapat sebuah instalasi kelistrikan penanda bunyi (alarm) pada atap bedeng. Fungsinya, menjadi penata keberadaan orang yang datang sewaktu-waktu.

Kabag Ops Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Samsul Makali membenarkan hal tersebut. Hal itu dilakukan biasa dilakukan para pelaku untuk melakukan pencegahan tertangkap pihak kepolisian.

"Ada alarm yang disiapkan. Kalau ada petugas datang masuk memencet alarm. Tujuannya supaya pengedar dan bandar bisa kabur dan lepas dari kejaran polisi," kata Makali. (mcr12/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler