PGRI Sampaikan ke Nadiem Makarim tentang Kunci Memajukan Pendidikan

Selasa, 05 November 2019 – 08:36 WIB
PB PGRI ikut memberikan masukan kepada Mendikbud Nadiem Makarim pada pertemuan di Jakarta, Senin (4/11). Foto: Istimewa for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyampaikan masukan kepada Mendikbud Nadiem Makarim untuk memajukan pendidikan adalah guru. Guru menjadi kata kunci suksesnya suatu upaya peningkatan kualitas pendidikan.

"Kunci Sumber Daya Manusia unggul itu terletak pada kualitas guru. Untuk mendapatkan guru berkualitas, harus ada kebijakan revolusioner untuk menetapkan status guru homogen (semua sebagai guru tetap), sehingga mendapatkan punya kesempatan yang sama untuk mengikuti diklat, kesejahteraan/penghasilan, dan perlindungan," Prof Supardi, ketua PB PGRI dalam pertemuan dengan Mendikbud Nadiem Makarim di Jakarta, Senin (4/11).

BACA JUGA: PGRI Sampaikan 12 Poin Gagasan ke Nadiem Makarim, Ada soal Guru Honorer

Menurut Supardi, Mendikbud Nadiem Makarim hendaknya membuat kebijakan yang bisa menempatkan guru sebagai profesi yang menarik dan menjanjikan. Baik aspek kesejahteraan maupun keistimewaan lainnya, dan tidak boleh dicemburui oleh pegawai/profesi lainnya. Tujuannya agar anak-anak bangsa berkualitas super, berminat atau tertarik menjadi guru.

Selain itu, perlu didorong perubahan regulasi, agar pembagian kewenangan pusat daerah didasarkan fungsi layanan SNP (Standar Nasional Pendidikan).

BACA JUGA: Nadiem Makarim Bertemu 22 Organisasi Guru, IGI Sampaikan 10 Poin Masukan

Untuk Standar Pembiayaan, Sarpras, dan Standar Pengelolaan, menjadi kewenangam daerah. Pemerintah pusat cukup membuat standar kurikulum inti.

"Di masa mendatang hendaknya pemerintah memiliki kebijakan, bahwa semua urusan pendidikan yang selama ini ada di kementerian lain, disatukan dengan Kemendikbud,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketum IGI Sudah Berfoto Bareng Nadiem, Ini Permintaannya soal Guru Honorer

Hal ini, lanjut Prof Supardi, agar alokasi 20 persen APBN dan APBD untuk pendidikan menjadi efektif, dan pendidikan ada dalam satu sistem. (esy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler