Pigai Diserang Kasus Rasial, Hiron: Ingat, Luka Belum Kering

Selasa, 26 Januari 2021 – 10:14 WIB
Hironimus Hilapok. Foto: Dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pengawas Forum Transformasi Papua, Hironimus Hilapok ikut menyoroti pernyataan bernada rasial dari Ambroncius Nababan kepada aktivis kemanusiaan Natalius Pigay.

Hiron sapaan Hironimus menilai pernyataan Ambroncius sangat mencederai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

BACA JUGA: Reaksi Masyarakat Batak di Papua Terkait Serangan Rasial Kepada Pigai

“Tindakan Ambroncius kontraproduktif dengan upaya segenap komponen bangsa bersama pemerintah untuk menjaga kebinekaan dan Pancasila,” kata Hiron di Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Pada kesempatan itu, Hiron mengingatkan pada kasus rasial yang terjadi pada bulan Agustus 2019 di Surabaya. Kasus tersebut telah berdampak pada kerusakan harta benda bahkan menimbulkan korban jiwa di Papua.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: FPI Diminta Mengerti, Kasus Rasial Natalius Pigai, Oh Begini Kondisi Terkini Rizieq Shihab

Terhadap kasus tersebut, menurut Hiron, semua pihak bersusah payah membendung dan melakukan upaya-upaya rekonsiliasi. Pemerintah pun mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dalam rangka melakukan rekonstruksi dan bantuan kepada masyarakat pasca-kerusuhan di Wamena.

"Luka belum kering, jangan menyayat luka pada tempat yang sama,” kata Hiron mengingatkan.

BACA JUGA: Kerja Cepat TNI AL Kirim APD ke Mamuju Menuai Apresiasi 

Hiron yang juga Direktur Honai Perubahan Semesta Pendukung Jokowi ini menegaskan tindakan rasial  adalah salah satu bentuk diskriminasi terhadap suku tertentu.

“Walaupun dalam pernyataan klarifikasi Pak Ambroncius Nababan telah menyampaikan bahwa pernyataan itu adalah pernyataan yang ditujukan pada oknum Natalius Pigay tetapi isi pernyataan dan gambar yang ditampilkan sudah mengarah pada rasial,” katanya

Menurut Hiron, perbedaan pendapat pada era demokrasi adalah hal yang wajar, tetapi bukan untuk membeda-bedakan dan saling merendahkan orang lain.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler