PII dan KNKT Lakukan Analisis Longsornya Jalan Raya Gubeng

Minggu, 23 Desember 2018 – 15:52 WIB
Jalan Raya Gubeng ambles. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Komite Nasional Keselamatan Konstruksi (KNKK) sedang berada di Surabaya untuk menghimpun berbagai data, foto, dan keterangan dalam melakukan analisis awal secara teknis untuk mempelajari penyebab terjadinya kelongsoran tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

"Kami tengah mengirim tim dari BKS PII, dipimpin langsung oleh Ketua Badan Kejuruan Sipil (BKS) Pak Bambang Goeritno, untuk membantu KNKK melakukan analisis teknis awal berdasarkan data dan temuan di lapangan," ujar Ketua Umum PII Heru Dewanto.

BACA JUGA: Rp 10 M untuk Normalisasi Jalan Ambles

Selain melakukan analisis untuk mengetahui penyebab longsornya Jalan Raya Gubeng, hal terpenting lain yang pertama-tama harus dilakukan BKS PII adalah melakukan mitigasi dampak. 

Masukan-masukan dari PII diharapkan bisa digunakan KNKK dan Pemerintah Kota untuk memberikan peringatan dan meningkatkan kewaspadaan atas bangunan dan fasilitas publik di sekitar lokasi kejadian.

BACA JUGA: Imbas Jalan Ambles, Pengalihan Arus Diperkirakan 8 Bulan

Heru mengatakan, PII sangat prihatin atas kejadian ini dan harus bisa mengambil pelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. 

"Tanpa bermaksud menyalahkan pihak mana pun, secara profesional PII berpendapat seharusnya hal itu tidak perlu terjadi apabila setiap individu pelaku konstruksi memiliki kompetensi yang teruji, memiliki pemahaman yang baik dalam menganalisis risiko, disiplin dalam menerapkan ilmu keteknikan serta aspek-aspek lain dari seorang insinyur profesional sebagaimana disyaratkan Undang-Undang No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran," terang dia.

BACA JUGA: Jalan Gubeng Ambles, Polisi Usut Dugaan Kelalaian

“Penanggung jawab dalam merancang, mengatur tata laksana, ataupun melaksanakan proyek-proyek kritikal (beresiko tinggi) semacam pekerjaan galian dalam seperti ini seyogyanya minimal menyandang kualifikasi IPM (Insinyur Profesional Madya)”, imbuh Heru.

Sesuai Pasal 38 UU 11/2014, PII antara lain berkewajiban untuk melakukan pengendalian dan pengawasan bagi terpenuhinya kewajiban insinyur. Dalam konteks ini, PII ingin memastikan bahwa kewajiban-kewajiban semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek dipenuhi secara proporsional dan professional, baik penyelenggara proyek, konsultan, maupun pihak kontraktor.

Di lain pihak, pada pasal yang sama, jika diminta PII juga berkewajiban memberikan advokasi bagi Insinyur yang menghadapi suatu masalah terkait dengan praktek keinsinyurannya, termasuk kegagalan atau kecelakaan konstruksi dalam suatu proyek. 

“Jadi, ada kepentingan publik yang harus kami jaga, namun pada saat yang sama, ada kepentingan Insinyur yang harus kami bela. Tentu harus proporsional dan professional, itu amanat Undang-Undang. Untuk itu kami PII ikut terjun membantu pemerintah," tekan Heru.

Sementara itu, Bambang Goeritno saat dihubungi mencoba memberikan analisis teknis awal berdasarkan temuan-temuan di lapangan.

"Kejadian longsor ini kemungkinan disebabkan gagalnya struktur dinding penahan tanah galian basement ketika menahan bebannya, sehingga tanah di belakangnya runtuh secara progresif," ulasnya.

Menururnya, ada beberapa hal yang masih harus dianalisa lebih detail berdasarkan data perencanaan dan pelaksanaan, misalkan tentang detailing konstruksi bore pile dinding penahan tanah, tentang ground anchor apakah sudah mengikuti kaidah struktur dan geoteknik yang benar.

Selain itu diperlukan juga pendalaman terhadap sifat-sifat tanah setempat dikaitkan dengan kemampuan strukturnya, kondisi air tanah di lokasi, dan seterusnya untuk menghasilkan sebuah kesimpulan yang solid.  

Pemulihan kembali insfrastruktur publik (Jl. Raya Gubeng) yang terganggu saat ini merupakan hal yang memang harus diutamakan, namun tetap harus mengindahkan kaidah-kaidah teknis yang benar dan mengikuti standar. 

"Yang perlu diwaspadai saat ini adalah jangan sampai kelongsoran pada satu sisi galian basement ini menular ke ketiga sisi lainnya, mengingat dampaknya akan lebih serius. Demikian pula kewaspadaan dan langkah perkuatan harus diberikan terhadap sejumlah bangunan di sekitar lokasi yang saat ini dalam situasi rentan," tandas dia.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Wisnu Yakin Ini Penyebab Jalan Gubeng Ambles


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler