Pijak Keong Racun, Petani Pingsan

Jumat, 12 November 2010 – 07:37 WIB

ACEH -- Jika lagu keong racun bikin hati jadi senang, lain halnya kenyataan di lapanganBetapa tidak, keong racun tersebut nyaris membuat nyawa seorang petani melayang

BACA JUGA: Penambang Pasir Nekat Dekati Merapi

Pasalnya, korban membiarkan luka di telapak kaki hingga infeksi, setelah terkena serpihan cangkang keong racun yang terpijak


Jalaluddin (35) warga Desa Ceubrek, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara

BACA JUGA: Jalur Awan Panas Sudah Bebas Hambatan

Korban terpaksa harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit, Selasa (9/11) siang sekitar pukul 11.25 WIB setelah memijak keong racun, saat berada di sawah.

Salah satu keluarga petani tersebut, yang sempat diwawancarai Metro Aceh di ruang rawat RSU Cut Meutia, Kamis kemarin mengatakan, Jalal sedang membajak sawah
Tiba-tiba tanpa sengaja telapak kaki kanannya terinjak hama keong emas

BACA JUGA: Purworejo Diguyur Abu Merapi

Karena dikira hal biasa, korban mengabaikan luka itu walau banyak darah yang keluar.

“Namun sehari kemudian bekas luka tersebut membiruKorban pun seperti orang pingsan, kami menduga ia terkena racun keongTakut terjadi apa-apa pada hari ke tiga paska kejadian, Jalal baru dilarikan ke rumah sakit,” ujar sumber tersebut.

Ia katakan lagi, luka robek di telapak kaki korban tidak terlalu besar bahkan bisa dianggap seperti sayatan pisau, kemungkinan terkena cangkang keongSaat dijumpai Metro Aceh, korban masih tergeletak di emperan lorong ruang rawat itu, karena ruang penuh dengan pasien.

Hanya infus yang terpasang di lengan pria berkulit gelap ituSeorang warga yang juga kerabat korban mengaku keong emas beracun, dalam bahasa Aceh biasa di sebut AboAda beberapa petani pernah mengalami hal serupa, namun tidak sampai dibawa ke rumah sakitKeong jenis tersebut dianggap hama karena memakan kecembah padi yang di tanam petani(sjm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banjir Surut, Leptospirosis Ancam Warga Solo


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler