Pilihan Solid, Duet Prabowo Subianto-Erick Thohir Sulit Tertandingi

Minggu, 02 Oktober 2022 – 20:00 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Direktur Utama ASABRI Wahyu Suparyono (kanan) berbincang dengan seorang pengunjung pada peringatan HUT Ke-51 ASABRI di Jakarta, Senin (1/8/2022). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc

jpnn.com, JAKARTA - Peluang Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024 meningkat jika ketua umum Partai Gerindra itu berpasangan dengan Erick Thohir.

Demikian salah satu kesimpulan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini. 

BACA JUGA: Survei: Erick dan Ganjar Masuk 3 Besar Capres Favorit Warga NU

Simulasi survei tertutup LSI membuat tiga poros pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024.

Mengejutkan, dari dua simulasi pemilihan pasangan Prabowo-Erick Thohir selalu berada diposisi teratas dengan angka eletabilitas tertinggi.

BACA JUGA: Sobat Erick Turun ke Jalan, Minta Dukungan kepada Masyarakat dan Pedagang

Simulasi menyajikan tiga pasangan capres-cawapres meliputi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Ketua Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto-Menteri BUMN Erick Thohir.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan terdapat tiga bentuk poros koalisi jika melihat perkembangan dinamika partai politik (parpol) saat ini.

BACA JUGA: Kredibilitas Tinggi, Erick Thohir Disebut Cawapres Non-Parpol Paling Potensial

Ketiganya juga sudah memenuhi persyaratan untuk dapat mengusung pasangan calon pada Pilpres 2024.

“Asumsinya adalah saat ini sudah ada tiga koalisi yang cukup kelihatan, yaitu koalisi Gerindra dan PKB, koalisi KIB (koalisi Indonesia Bersatu), dan PDIP yang memiliki cukup tiket," kata Djayadi Hanan dilihat dalam rilis survei nasional LSI “Kondisi Ekonomi dan Peta Politik Menjelang 2024” di akun Youtube LSI.

Melalui potensi-potensi tersebut, lanjut Djayadi, yang menjadi langkah pijakan awal untuk membuat simulasi pemilihan secara tertutup. Tentunya dengan memunculkan nama calon yang memiliki kedekatan erat dan posisi strategis di ruang lingkup parpol.

"Kami mencoba melihat bagaimana kalau tiga itu yang muncul," sambung Djayadi.

Dia menambahkan saat nama-nama potensial calon mulai dimunculkan serta dilakukan simulasi pemilihan nama seperti Prabowo-Erick Thohir menjadi duet yang selalu unggul.

Dari dua simulasi pemiliha pasangan menteri dalam Pemerintahan Jokowi ini selalu berada di peringkat tertinggi.

"Ketika Prabowo dipasangkan dengan Erick Thohir, posisinya unggul di 37,8%, diikuti oleh Ganjar Pranowo–Puan Maharani 28,2%, lalu Airlangga Hartarto–Ridwan Kamil 16,8%,” terang Djayadi.

Sebelumnya diketahui tercatat pada simulasi tertutup pertama, pasangan Prabowo-Erick Thohir berhasil memperoleh suara tertinggi dengan 37,8%. Menyusul kemudian Ganjar-Puan dengan 28,2% dan Airlangga-Ridwan Kamil dengan 16,8%.

Sedangkan pada simulasi tertutup kedua, Prabowo-Erick Thohir masih bertengger di posisi pertama (37,6 %). Selebihnya dikuntit duet pasangan baru Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno (32,2%), disusul Airlangga-Ridwan Kamil (14,9%). (dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler