Pilpres AS Memanas, Pendukung Donald Trump Angkat Senjata

Jumat, 06 November 2020 – 15:48 WIB
Ilustrasi pendukung Donald Trump membawa senjata api laras panjang. Foto: Reuters

jpnn.com, PHILADELPHIA - Klaim Donald Trump bahwa dirinya telah dicurangi dalam Pilpres AS 2020 membuat sebagian pendukungnya nekat mengangkat senjata. 

Kepolisian Philadelphia mengatakan tengah melakukan investigasi atas dugaan rencana penyerangan ke Pennsylvania Convention Center, gedung tempat suara pemilihan sengit presiden Amerika Serikat sedang dihitung, Jumat (6/11).

BACA JUGA: Pilpres AS 2020: Donald Trump Bikin Klaim Sepihak, Reaksi Publik Mengejutkan

Polisi setempat menerima informasi bahwa sebuah mobil Hummer berisi orang-orang bersenjata, yang menempuh perjalanan dari Virginia, berencana menyerang gedung tersebut.

Polisi telah menahan sedikitnya satu orang dan menyita sebuah senjata dan kendaraan Hummer yang disebutkan dalam informasi tersebut. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dan tidak ada keterangan lebih lanjut terkait dugaan rencana itu.

BACA JUGA: Pilpres AS 2020: Pakar Hukum Nilai Upaya Trump Bakal Sia-Sia

Laporan itu sebelumnya diberitakan oleh Action News, yang terafiliasi dengan perusahaan penyiaran ABC. Rekaman video yang disiarkan oleh saluran tersebut memperlihatkan sejumlah petugas kepolisian berada di lokasi.

Sebelumnya pada Kamis (5/11), para pendukung Presiden AS Donald Trump maupun lawannya dari Partai Demokrat Joe Biden melakukan unjuk rasa di Philadelphia saat para petugas pemilu secara perlahan-lahan menghitung ribuan surat suara hasil kiriman melalui pos, yang dapat menentukan siapa peraih 20 suara elektoral yang sangat penting di Pennsylvania.

BACA JUGA: Update Pilpres AS: Biden di Ambang Kemenangan, Trump Bisa Bikin Kejutan

Massa pendukung Trump mengibarkan bendera-bendera dan membawa poster-poster bertulis "Pemberian suara selesai pada Hari Pemilihan" dan "Maaf, pemungutan suara sudah ditutup", sementara sebelumnya pada hari yang sama para pendukung Biden menari dengan iringan musik di balik barikade di seberang jalan.

Pengadilan banding negara bagian memutuskan pada Kamis bahwa lebih banyak pengamat dari Partai Republik dapat memasuki gedung di Philadelphia tempat petugas pemungutan suara berlangsung.

Kantor Layanan Pos AS (USPS) mengatakan sekitar 1.700 surat suara telah diidentifikasi di Pennsylvania di fasilitas pemrosesan selama dua penyisiran pada Kamis malam dan sedang dalam proses dikirimkan kepada petugas pemilihan.

Trump telah berulang kali mengatakan tanpa bukti bahwa pemungutan suara rentan terhadap kecurangan, sementara para ahli pemilu mengatakan kasus itu jarang terjadi dalam pemilu AS. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler