Pimpinan Honorer K2 Bersiap ke Istana, Semoga Sukses

Rabu, 09 September 2020 – 16:46 WIB
Para pemimpin Honorer K2 tengah menjalani rapid test jelang pertemuan dengan pejabat KSP. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah pengurus Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) dijadwalkan bertemu pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) pada Kamis, 10 September 2020.

Berbagai persiapan pun dilakukan para pimpinan forum honorer K2 sebelum bertandan ke Istana Kepresidenan.

BACA JUGA: Selamat Pagi, Ini Kabar Baik bagi Honorer K2 Lulus PPPK

"Rapid test dulu saya dan beberapa kawan karena ada persyaratan protokol kesehatan harus bawa hasil rapid test," kata Nurbaitih, pengurus pusat PHK2I kepada JPNN.com, Rabu (9/9).

Dia mengungkapkan, walaupun dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI, 8 September 2020, Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Dwi Wahyu Atmaji sudah menyampaikan posisi rancangan Perpres tentang Penggajian dan Tunjangan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tetapi mereka ingin memastikan lagi.

BACA JUGA: Seluruh PNS dan PPPK, Mohon Simak Penjelasan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo

"Banyak hal yang ingin kami sampaikan di KSP nanti. Salah satunya soal perkembangan Perpres gaji PPPK ini,"  ucapnya.

Menurut Nur, sapaan akrab Nurbaitih, untuk saat ini solusi terbaik bagi honorer K2 adalah PPPK.

BACA JUGA: Jakob Oetama Meninggal Dunia, Trias: Suatu Kehilangan yang Sangat Besar

PHK2I bukan menolak jadi PNS tetapi melihat kondisinya sekarang sulit untuk meraihnya.

"Mau sampai kapan menunggu diangkat PNS? Regulasinya juga belum ada kan. Ini saja menunggu regulasi PPPK lamanya minta ampun tetapi kan paling tidak sudah di depan mata," ujarnya.

Nur menegaskan, segala cara akan mereka tempuh untuk mendapatkan status aparatur sipil negara (ASN) baik PNS maupun PPPK.

Ketika ada satu peluang yang diberikan pemerintah maka ambillah itu.

Jangan ditolak karena menurut Nur, honorer K2 akan rugi sendiri jika melewatkan kesempatan.

"Kami juga mendorong revisi UU ASN digodok secepatnya. Namun, sampai sekarang belum ada perkembangan apa-apa. Intinya kami mau jadi ASN sehingga apapun langkah kami tempuh," tandasnya. (esy/jpnn)

 

 

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler