Pjs Sekda Papua Barat Pukul Staf Wings Air

Sabtu, 06 Juli 2013 – 08:50 WIB
MANOKWARI - Pejabat di daerah kembali berulah. Kali ini pejabat sementara (Pjs) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat Ishak Hallatu memukul Eka Hendrawan, karyawan Wings Air, di dalam pesawat yang masih parkir di apron Bandara Rendani Manokwari, Jumat (5/7). Karena pemukulan tersebut, bibir staf operasional Wings Air distrik Manokwari itu terluka.

Kasus pemukulan tersebut terjadi saat Pesawat Wings Air jenis ATR 700 dalam posisi boarding pada pukul 05.20 dengan tujuan Ambon. Semua penumpang yang berjumlah 59 orang sudah berada di dalam pesawat, termasuk Halattu.

Namun, saat itu, Halattu yang berangkat dengan tujuan Jakarta protes karena di dalam boarding pass miliknya tertera nomor kursi 13D. Namun, di dalam pesawat, tidak ada kursinya. Oleh karyawan Wings Air, Halattu diminta duduk di kursi bagian belakang.

""Saya sudah minta maaf. Saya persilakan duduk di seat paling belakang. Wings seat belakang itu untuk VIP dan sering ditempati Pak Gubernur, tapi beliau tetap marah-marah,"" ujar Eka kepada wartawan saat ditemui di kantor Wings Air di Bandara Rendani.

Permintaan agar menempati kursi belakang ternyata tidak diterima Halattu. ""Beliau marah-marah dan mengatakan akan memukul saya. Saya bilang, kalau saya salah, silakan pukul saya. Tapi, silakan Bapak duduk,"" ungkapnya lagi.

Tak lama, Halattu yang juga merangkap sebagai Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat itu melayangkan bogem mentah ke wajah Eka. Eka tak meladeni dan tetap meminta agar Halattu duduk di kursi. Kasus pemukulan yang terjadi di dalam pesawat tersebut menjadi tontonan penumpang lain.

""Beliau kembali memukul saya karena merasa didorong. Padahal, saya tidak mendorong. Kalau dihitung-hitung, dia memukul saya 5-6 kali,"" tutur Eka.

Kejadian itu membuat Halattu membatalkan niatnya ke Jakarta. Dia pun turun dari pesawat. Menurut pihak Wings, inti masalah adalah kesalahan nomor kursi di boarding pass. Yang seharusnya 14D tertulis 13D. Di pesawat tersebut, nomor 13 memang dihilangkan. Setelah nomor 12, langsung ke nomor 14.

Eka pun melaporkan kasus itu ke Polsek KP3 Udara. Dia juga telah melakukan visum di RSUD Manokwari. Walau baru saja mengalami perlakuan tak mengenakkan, Eka masih tetap bekerja seperti biasa. Ajudan Halattu juga sempat mendatanginya dan menyuruhnya membuat klarifikasi. Namun, Eka belum menyanggupi permintaan tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Papua Barat Albert Macpal menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. ""Kami tidak menyebutkan siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi, kami melihat akar permasalahan dulu,"" ujarnya.

Menurut Albert, saat check in, ajudan Halattu meminta diberi kursi paling depan. Namun, ternyata tempat itu sudah penuh. ""Beliau (Halattu, Red) disuruh pindah ke sana-kemari. Beliau emosional karena tidak puas dengan pelayanan Wings Air,"" beber Albert. ""Kami ambil hikmahnya,"" sambungnya.

Soal laporan polisi yang dibuat Eka, Albert mempersilakan. Namun, dia berharap masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. (lm/jpnn

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahu Selingkuh, Masih Beri Jatah

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler