PKB dan NU Diminta Tetap Jaga Sinergitas

Sabtu, 11 Mei 2013 – 05:46 WIB
SILATURAHMI POLITIK : Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar ( kedua kanan ), Wasekjen DPP PKB Lukman Hakim (kanan), , Calon Presiden Raja Dangdut Rhoma Irama (kedua kiri) dan Bupati Tuban Fathul Huda saat menghadiri acara silaturahmi politik DPW PKB Jatim dan dialog dengan tokoh tokoh NU di Tuban, Jawa Timur, Jumat (10/5/13). Foto : Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka
CILACAP - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU) diminta tetap selalu menjaga dan memperkuat sinergitasnya. Sinergitas diperlukan karena keduanya memiliki ikatan ikatan sejarah yang kuat.
   
”PKB jelas adalah bagian dari keluarga besar NU. Karena NU-lah yang melahirkan PKB. Seperti ibu dan anak. Makanya kami selalu mengharapkan kedekatan ini harus tetap dijaga hingga kapan pun,” tegas Ketua DPP PKB Marwan Jafar dalam acara Halaqoh di Ponpes Al-Ihya Ulumuddin, Kesugihan Cilacap Jawa Tengah, Rabu (8/5).
   
Marwan mengatakan, pertalian hubungan itu harus terus dijaga agar di masa depan antara NU dengan PKB tetap sebagai kesatuan. ”Ini juga untuk memastikan bahwa peran para kader NU yang ada di PKB selalu menyuarakan politik ahlus sunnah wal jamaah. Saya pun yakin seyakinnya, meski banyak warga NU yang duduk di parpol lain. Namun hanya warga NU yang di PKB-lah yang intens mengusung politik ahlus sunnah waljamaah,”" jelas Marwan yang juga Ketua Fraksi PKB di DPR ini.
   
PKB bukan hanya semata-mata parpol, namun juga mensiarkan ahlus sunnah waljamaah yang dalam implementasinya menekankan keyakinan berkomitmen mengikuti sunnah Nabi SAW, dan thoriqoh para sahabat Nabi dalam hal aqidah, amaliyah fisik ( fiqih) dan hakikat (tasawwuf dan akhlaq), serta mengedepankan toleransi dalam beragama diantara sesama mahluk Tuhan.
   
”Setiap waktu kader NU yang duduk di partai PKB ini mengutamakan dan memperjuangkan prinsip itu,” pungkasnya.
   
Hal senada diungkapkan Rois Suriah PC NU Cilacap KH Su"ada Adzkia yang mengatakan eratnya hubungan NU dan PKB akan memberi imbas positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. ”Prinsipnya, NU tanpa dukungan politik akan sulit bertahan dan digerogoti di sana-sini. Sementara politik tanpa disinari ilmunya oleh para ulama maka akan menjadi politik sesat.” tegasnya.
   
Hadir dalam Halaqoh tersebut para kyai dari wilayah Cilacap dan sekitarnya. Juga hadir Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Azis Mansyur, Ketua DPW PKB Jateng Yusuf Chudlori, serta sejumlah bacaleg PKB baik untuk DPR RI, DPR Jateng maupun DPRD Cilacap. Selain untuk melakukan halaqoh, warga NU dan PKB yang hadir di Ponpes Al Ihya Ulumuddin itu sekaligus bersama-sama mengikuti Haul Ponpes Al-Ihya Ulumuddin. (ind)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tersangka Korupsi Jadi Bakal Caleg Demokrat

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler