PLN Agresif Garap Kawasan Industri

Rabu, 03 Oktober 2018 – 01:52 WIB
Gardu Listrik. Ilustrasi. Foto dok JPG/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur terus berusaha meningkatkan kinerja perseroan. Salah satunya dengan membidik kawasan industri.

Upaya itu didukung dengan cadangan listrik yang dimiliki PLN Disjatim saat ini, yakni sekitar 1.700 megawatt (mw).

BACA JUGA: PLN Disjatim Berpeluang Tingkatkan Penjualan Listrik

Perwakilan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Hery Setiawan menjelaskan, di area Jatim, rata-rata setiap hektare kawasan industri memanfaatkan listrik sekitar 0,5 mw.

Saat ini sisa lahan kawasan industri di Jatim yang belum dioperasikan mencapai 2.600 hektare.

BACA JUGA: Pertamina Salurkan Solar untuk Genset dan PLN di Sulteng

’’Bila tiap hektare memakai 0,5 mw, potensi kebutuhan listrik ke depan sebesar 1.300 mw. Itulah peluang besar untuk PLN,’’ ujar Hery di sela-sela kegiatan Multi Stakeholder Forum 2018 di Surabaya, Senin (1/10).

Dia menyebutkan, syarat utama menjadi sebuah kawasan industri adalah memiliki jaringan energi yang andal.

BACA JUGA: Gempa Sulteng, PLN datangkan 216 Personel Tambahan

Jika syarat itu tidak terpenuhi, area tersebut tidak bisa dikatakan sebagai kawasan industri.

’’Tentu faktor itu merupakan kesempatan PLN untuk memperluas penjualan. Bisa dikatakan hal tersebut sebagai simbiosis mutualisme antara pengelola kawasan industri dan PLN,’’ tutur Hery.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Muhammad Aries menuturkan, dengan cadangan listrik 1.700 mw, PLN Disjatim berpeluang besar meningkatkan pertumbuhan penjualan listrik.

’’Bila di-breakdown, sebenarnya pertumbuhan penjualan listrik di Jatim mengalami pasang surut sejak 2014. Namun, per Agustus 2018, penjualan listrik kami mampu mencapai 5,46 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,’’ ungkap Aries.

PLN berkomitmen terus menyediakan listrik untuk kawasan-kawasan industri. Menurut Aries, hal itu akan cepat mendongkrak pertumbuhan konsumsi listrik PLN Disjatim.

Sebab, penjualan listrik ke kawasan industri jauh lebih besar daripada ke rumah tangga. (car/c14/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PLN Kembangkan Infrastruktur di Jember


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler