PLN Incar Standar Pelayanan Internasional

Minggu, 18 Juli 2010 – 05:47 WIB

SURABAYA - Dirut Perusahan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan tak hentinya membuat terobosan baru bagi kinerja dan pelayanan perusahaan yang dia pimpinBola protes pada PLN soal kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) ditanggapinya dengan santai

BACA JUGA: Revisi Target Kredit Jadi Rp 3,2 T

Malahan dia mengumumkan bahwa pada akhir November 2010, perusahaan listrik ditargetkan mampu mencapai standar internasional pelayanan listrik di Jawa.

Komitemen peningkatan standar pelayanan pada pelanggan tersebut dia ucapkan  dalam Rembuk Kelistrikan Nasional Menuju Indonesia Terang di Gedung Graha Pena Kemarin (17/7) yang diselnggarakan oleh Institute Lembang 9 (IK9)


"Dalam UU kelistrikan yang menentukan TDL adalah DPR dan pemerintah

BACA JUGA: Inmobi Siap Berekspansi ke AS

Posisi PLN hanya sebagai pelaku usaha, menjalankan saja
Tapi kami yang sering diprotes orang," kata Dahlan.

Pria yang sekitar enam bulan menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan listrik milik negara tersebut merupakan satu dari panelis pembicara sesi I

BACA JUGA: Sharp Luncurkan Aquos Quattron

Dua pembicara lainnya adalah Ulla Nurchrawaty, sekjen DPP IL9 dan Zainudin Amali, wakil ketua komisi Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset dan teknologi, dan lingkungan.

Dalam diskusi yang mengambil tema pengembangan teknologi energi alternatif/green energy dalam program kelistrikan nasional tersebut, peserta memberikan apesiasi terhadap kinerja PLN yang di pimpin DahlanNamun juga ada kritikan maupun pertanyaan kritisMisalnya bahwa masalah PLN bukan saja mengatasi masalah pemadaman listrik bergilir, namun juga pertumbuhan pelanggan serta daftar tunggu calon pelanggan baru yang seakan tidak ada habisnya.  

Untuk menjawab hal tersebut, Dahlan melontarkan jawaban bahwa PLN berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan listrik di Jawa harus sesuai dengan standar InternasionalItu artinya, akan ada tambahan listrik bagi calon pelanggan baru"Semua orang di PLN itu sebenarnya pinter-pinterMereka sudah tahu cara pemecahan masalahnyaDi Jawa, masalah  waiting list akan diselesaikan tahun iniSedangkan di luar Jawa sedang dilakukan pengadaan."

SDM PLN yang berkualitas, lanjut dia, diikuti juga dengan langkah tranparasi yang dilakukan oleh jajaran manajemen PLNSaat didapuk menjadi pimpinan PLN, Dahlan mengajukan dua syarat yang salah satunya adalah meminta semua jajaran direksi dipilih sendiri olehnyaSehingga kekompakan visi dan misi PLN bisa terjaga hingga saat iniDan sejak awal masa jabatannya, jajaran direksi PLN langsung menghadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta mereka mengawasi tender yang dilakukan PLNSelanjutnya, dokumen persyaratan tender terutama yang tergolong sensitif diserahkan pada  Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk diperiksa isinya demi keterbukaanTak ketinggalna memberikan akses Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk bisa akses data keuangan PLN secara online dan real time"Dengan langkah tranparansi ini, PLN sudah telanjang," selorohnya.

Yang paling utama, langkah terus menerus menambah pasokan listrik merupakan bentuk kesiapan PLN mewujudkan standar internasionalDia memaparkan bahwa saat ini daftar tunggu sambungan saat ini sekitar 1500 MWDengan adanya rencana pembangunan PLTA untuk tambahan daya, maka  akan ada tambahan pasokan"Tapi meski ada listrik masih ada masalah transmisi, selanjutnya problem tiang travo," sebutnyaTranmisi ditargetkan selesai pada Oktober, yang akan ditindaklanjuti dengan pengadaan 5.000 tiang travo" Dengan demikian pada November sudah diselesaikan waiting list di Jawa."

Mengenai masalah sumber energi di fasilitas pembangkit listrik, Adit, salah satu peserta dari ITB juga mengkritisi mengapa PLN yang tidak memaksimalkan sumber listrik dari tenaga air di Jawa untuk menambah daya

Apalagi, Zainudin Amali dalam persentasinya menyebutkan ketergantungan terhadap energi fosil masih tinggiSementara kontribusi energi terbarukan misalnya air mencapai  11 persen"Pemakaian BBM masih tinggi mengakibatkan biaya Pokok Penyediaan tenaga listrik besar diatas Rp 1000 per KWh."Kendala pasokan gas, juga mengakibatkan pemakaian BBM meningkatSehingga  subsidi listrik pada 2010 sebesar Rp 55,1 triliun, naik 14 persen  dari 2009.

"Panas bumi baru dimanfaatkan 1180 MW dari potensi  lebih dari 27 ribu MWTenaga air untuk PLTA baru dimanfaatkan  4.125 MW dari potensi 75 ribu, atau kurang lebih 5,5 persen dari potensiBahkan energi laut ( pasang surut , ombak ) belum dimanfaatkan."

Dahlan Iskan menyebutkan bahwa kini sumber energi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga  Air) yang besar sudah habis semuanya"Bahkan ada PLTA yang turun kapasitasnya." Karena itu PLN berencana akan membangun PLTA dengan model berbeda  dari yang sudah ada sebab dijalankan hanya lima jam saja pada pukul 17.00  sore hingga 21.00 Wib.

Proyek tersebut akan dibangun di perbatasan Jateng-JabarSebab di lokasi tersebut ada semacam danau berbetuk mangkok yang mana akan menampung air lautDengan menggunakan listrik air laut akan di pompa pada pukul 23.00 hingga 16.00 WIN setiap harinya, setelah itu air yang ditampung akan di gunakan untuk menjalankan PLTA yang mampu menghasilkan 1.000 MV" Di Jabar juga ada gunung yang bagus, dan kami akan mengkaji untuk menjalankan proyek serupa di Jember," papar Dahlan.

Dia mengakui bahwa biaya pembangunan PLTA model in tergolong tinggiAkan tetapi dengan kebiasaan konsumen yang susah diatur untuk menggunakan energi secukupnya pada saat beban puncak menjadikan PLN mau tidak mau mencari tambahan sumber energi"Kita ini hanya telat switching dari menggunakan minyak ke sumber energi lainKarenanya harus dimulai sekarang."

Biaya pokok penggunaan produksi listrik dengan menggunakan air, kata Dahlan jauh lebih efisein ketimbang menggunakan solarSebab hanya Rp 500 per KWh"PLN juga akan mulai membangun Pembangkit Listrik Gas Batubara (PLTGB) sekitar 500 MVPembangunannya terutama di wilayah timur Indonesia seperti Kalimantan dan Sulawesi yang memiliki banyak sumber batu baraPLTGB inin juga akan di dekatkan dengan PLTU kecil."

Allan Changrawinata, direktur PT Zenith Allmart Precisindo yang juga menjadi salah satu peserta bercerita mengenai kemampuan beberapa pabrikasi di Indonesia yang sebenarnya mampu memproduksi mesin-mesin bagi pembangkin tenaga listrik"Namun menggapa pemerintah banyak menggunakan dari asing?" protesnya.

Menanggapi hal tersebut, mantan CEO Jawa Pos ini menimpalil bahwa dalam rencana pembangkit tenaga listrik baru, PLN berencana menggunakan boiler 100 persen buatan dalam negeri.

"Kami uga mendorong banyak penemuan untuk dikembangkanTahun ini sudah ada dua yang kami dorong," ujarnya"Pekan lalu saya bertemu dengan salah satu teman dari ITS yang mampu menciptakan alat untuk menekan anti harmonisaSekarang sedang disempurnakan di ITS." Sementara penemuan yang kedua adalah kamera wireless alias tanpa kabel yang bisa mengawasi travo sebelum meledakSebab jika travo meledak, selian mengecewakan pelanggan, travo tersebut juga tidak bisa digunakan(aan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DMD Saring Patok Target 500 Cup Per hari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler