PM Australia Sangat Malu Melihat Kebrutalan Tentaranya di Afghanistan

Minggu, 22 November 2020 – 05:44 WIB
Perdana Menteri ke-30 Australia Scott Morrison. Foto: Reuters

jpnn.com, CANBERRA - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa aksi brutal pasukan khusus negaranya di Afghanistan adalah fakta yang mengkhawatirkan dan menyedihkan.

Penyelidikan terhadap tindakan personel pasukan khusus di Afganistan antara 2005 hingga 2016 menemukan perilaku mengejutkan.

BACA JUGA: Australia Janji Lebih Banyak Partner Visa. Kenapa Masa Tunggunya Lama Sekali?

Laporan hasil penyelidikan tersebut menyebutkan bahwa tentara senior kerap memaksa juniornya membunuh tawanan yang tidak berdaya.

Laporan itu menyimpulkan setidaknya ada 19 tentara, beberapa di antaranya sekarang sudah keluar dari angkatan bersenjata, yang terlibat dan layak untuk diadili.

BACA JUGA: Kesal, Pemuda Ini Tebas Tangan Bule Australia

"Ini adalah laporan yang mengerikan, sangat mengganggu dan menyedihkan," kata Morrison pada Sabtu (21/11) dalam komentar publik pertamanya sejak penerbitan dokumen tersebut.

"Tapi fakta tentang Australia adalah kita akan menghadapinya. Dan kita akan menghadapinya di bawah hukum kita, di bawah sistem kita, dan sistem peradilan kita."

BACA JUGA: Perusahaan Australia Kembangkan Susu Formula Bayi dari Unta Liar

Australia, yang biasanya menghormati sejarah militer dengan semangat, bereaksi dengan rasa malu dan kemarahan atas kerasnya temuan laporan tersebut. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler