PM Inggris: Booster Jauhkan Pasien COVID-19 dari ICU

Kamis, 30 Desember 2021 – 01:55 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meninggalkan Downing Street di London, Inggris, Rabu (24/3/2021). (REUTERS/John Sibley/AWW/sa.)

jpnn.com, LONDON - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Rabu memperingatkan bahwa sebagian besar pasien yang harus dirawat di unit intensif (ICU) rumah sakit karena COVID-19 adalah mereka yang belum disuntik vaksin booster.

Oleh karena itu, Johnson mendesak masyarakat agar segera mendapatkan suntikan penguat tersebut.

BACA JUGA: Hamdalah Lobi Gus Yaqut Gol, WNI Bisa Segera Umrah Lagi Tanpa Booster

Saat mengunjungi salah satu pusat vaksinasi, Perdana Menteri mengatakan ia diberi tahu oleh beberapa dokter bahwa 90 persen pasien COVID-19 yang dirawat di ICU belum mendapatkan vaksin booster.

"Maaf harus mengatakan ini, tapi sebagian besar orang yang saat ini dirawat di unit layanan intensif di rumah sakit adalah mereka yang belum mendapatkan suntikan booster," kata Johnson.

BACA JUGA: Andalkan Imunitas Alami, India Tidak Butuh Booster Vaksin

"Saya sudah berbicara dengan para dokter, yang mengatakan bahwa jumlah itu mencapai 90 persen pasien yang ada di unit layanan intensif."

Inggris saat ini melaporkan rekor angka infeksi COVID-19. Ada 129.471 orang yang pada Selasa (28/12) tercatat terkena infeksi. Rekor tersebut dipicu oleh Omicron --varian virus corona yang sangat mudah menular.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Siapkan Vaksin Merah Putih Jadi Booster Tahun Depan

Namun kendati setiap hari makin banyak orang yang dirawat di rumah sakit, jumlahnya masih cukup rendah dibandingkan pada saat krisis melanda rumah-rumah sakit awal tahun ini.

Saat ini, ada sekitar 1.000 orang yang masuk rumah sakit setiap harinya. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan pada Januari, yang mencapai 4.000 orang.

"Varian Omicron masih terus menyebabkan masalah, rumah-rumah sakit mengalami peningkatan kasus, tapi yang jelas lebih ringan dibandingkan varian Delta," kata Johnson.

Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati saat merayakan Malam Tahun Baru.

Di tengah upaya membendung penyebaran virus, Johnson telah mengambil keputusan untuk tidak memberlakukan pembatasan lebih ketat di Inggris.

"Semua orang perlu menikmati tahun baru, tapi perlu secara hati-hati dan bijaksana. Jalani tes, perhatikan soal ventilasi, ingatlah soal yang lain-lainnya dan terutama, disuntiklah dengan booster," katanya. (ant/dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler