jpnn.com - BANGKOK - Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-Ocha mengkritisi cara berpakaian turis asing yang berkunjung ke negaranya. Prayuth menyayangkan gaya busana para turis yang terlalu terbuka.
"Sangat disayangkan, mereka (turis asing) pikir negara kita sangat cantik dan indah, sehingga mereka merasa bisa memakai bikini di mana saja," kata Prayuth saat berpidato dihadapan jajarannya, seperti dikutip dari bloomberg.com, Kamis (18/9).
BACA JUGA: Dianggap Titipan Dewa, Warga Sembah Sapi Bermata Tiga
Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi pembunuhan dua turis asal Inggris di Pulau Koh Tao, Thailand, awal pekan ini. Pemberitaan mengenai kasus ini dikhawatirkan berdampak negatif terhadap pariwisata Thailand.
Pemimpin tertinggi junta militer Thailand itu mengatakan, para pemakai bikini membahayakan diri mereka sendiri. "Kecuali kalau anda tidak cantik, tapi anda semua di sini cantik," tambahnya.
BACA JUGA: Jumlah Bilyuner Dunia Meningkat 7 Persen
Turis asing, lanjut Prayuth, harus menyadari bahwa Thailand tidak seperti negara asal mereka. Berbagai macam orang ada di Negara Gajah Putih itu, dan tidak semuanya baik.
"Mereka pikir bisa jalan ke mana saja di negara mereka. Tapi di sini kami masih punya masalah, jadi kita semua harus selalu berhati-hati," paparnya.
BACA JUGA: Ini Kurikulum Sekolah ala ISIS
Untuk diketahui, sektor pariwisata menyumbang 10 persen dari GDP Thailand. Namun, selama paruh pertama tahun ini, Kementerian Pariwisata Thailand mencatat penurunan jumlah turis sebesar 9,9 persen. (dil/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bintang Film Dewasa Jepang jadi Model Sampul Buku Matematika di Thailand
Redaktur : Tim Redaksi