PMII : Stabilkan Ekonomi atau Ada Gerakan Bersih 4.0 Seperti di Malaysia

Senin, 31 Agustus 2015 – 15:03 WIB

jpnn.com - JAKARTA- Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyebut kebijakan pemerintahan Jokowi tidak mampu meningkatkan sektor perkonomian yang telah dicapai di era SBY. Mereka menuntut, perbaikan ekonomi secepatnya  

Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma'ruf menyebut kenaikan nilai tukar dolar di atas Rp 14 ribu dan melemahnya rupiah menjadi bukti Jokowi tak bergerak cepat.

BACA JUGA: Soal Dwelling Time, Ini Pesan Pentolan Golkar untuk Jokowi

"Turunnya harga tukar Rupiah terhadap Dolar menjadi bukti bahwa rezim ini tidak meningkatkan prestasi rezim sebelumnya. Belum lagi banyaknya PHK buruh yang merupakan efek domino dari nilai tukar rupiah kepada dolar yang terus melemah," katanya, Senin (31/8)

Dia memprediksi, gejolak yang timbul akibat buruknya kondisi perekonomian, bisa menjadikan masyarakat bawah bergerak, seperti yang ditunjukkan oleh massa di Malaysia akhir-akhir ini.

BACA JUGA: Wah.. Ada yang Curiga Sengaja Gagalkan Pilkada Surabaya Nih...

"People power yang terjadi di Malaysia saat ini, yang dikenal dengan Gerakan Bersih 4.0 bukan tidak mungkin akan terjadi di Indonesia," lanjutnya.

Untuk menunjukkan keseriusan pemerintah mengatasi masalah ekonomi saat ini, PMII mengajukan beberapa tuntutan dan mendesak pemerintah agar :

BACA JUGA: Bu Susi Nggak Sabaran, Nggak Bisa Kerja Pelan

1. Turunkan harga sembako
2. Mencari solusi untuk menguatkan nilai tukar rupiah
3. Stop PHK buruh
4. Turunkan suku bunga Bank Indonesia
5. Tolak hutang luar negeri Tiongkok untuk pembangunan infrastruktur
6. Tolak campur tangan IMF dalam perekonomian Indonesia
7. Berikan punishment kepada daerah yang menyimpan anggaran dananya di Bank Luar Negeri
8. Evaluasi Bank Indonesia yang gagal menstabilkan nilai tukar rupiah. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lho... Rencana Penetapan Tersangka Capim KPK Dinilai Janggal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler