PNM Dampingi Nasabah di Garut hingga Sukses Merintis Usaha Anyaman Bambu

Selasa, 12 September 2023 – 06:14 WIB
PNM meyakini nasabah membutuhkan lebih dari sekadar modal usaha untuk mengembangkan bisnis. Foto: dok PNM

jpnn.com, JAKARTA - PNM meyakini nasabah membutuhkan lebih dari sekadar modal usaha untuk mengembangkan bisnis.

Sekretaris Perusahaan L. Dodot Patria Ary dalam keterangan yang diterima menyatakan akses pasar yang lebih luas adalah salah satu kebutuhan dasar dari pengusaha yang merintis bisnis.

BACA JUGA: PNM & Unilever Indonesia Luncurkan Bu Karsa untuk Nasabah Mekaar Lebih Berdaya

Oleh karena itu, PNM berfokus pada pemberdayaan nasabah melalui pembiayaan dan pendampingan. Pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan nasabah terutama pada pembangunan ekonomi yang menciptakan multiplier effect terhadap pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan.

Saat ini PNM merupakan lembaga pemberdayaan terbesar di dunia dengan nasabah 14,8 juta.

BACA JUGA: PNM Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi Karyawan

PNM merupakan institusi pemberdayaan perempuan yang menjadikan model grameen bank sebagai rujukan.

Fokus PNM pada pilar ekonomi telah membantu pemerintah mengatasi persoalan pekerjaan yang layak dan membantu pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi dan juga membantu mengurangi kesenjangan pendapatan di masyarakat.

BACA JUGA: Pesan Penting Andy F. Noya untuk Nasabah PNM

Menurut Dodot, Komitmen PNM dalam membantu nasabah mendapatkan akses pasar yang lebih luas sekaligus apresiasi kepada nasabah unggulan yang dinilai gigih dan berprestasi dalam berkontribusi bagi ekonomi keluarga.

"Harapannya, nasabah lain yang masih merintis usaha dapat termotivasi untuk terus mengembangkan skill dan pengetahuan agar mampu naik kelas," ujar Dodot.

Pelaku usaha ultra mikro binaan PNM yang seluruhnya adalah perempuan, mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Mereka menjalani usaha dari rumah dengan pembeli yang cenderung terbatas di sekitar tempat tinggalnya saja.

Hal ini diakui oleh Ibu Titi Sapinah, nasabah PNM Mekaar di Desa Samida, Kabupaten Garut. Sebagai penjual ragam anyaman bambu, Ia merasa sangat terbantu setiap kali diajak oleh PNM untuk ikut berpartisipasi dalam pameran dan bazar.

“Dagangan saya jadi dikenal dan dibeli sama orang yang ngga pernah kepikiran sama saya. Sering ada tamu penting datang ke pameran dan beli anyaman bambu saya, kalau ngga diajak ikut pameran, pembeli saya itu-itu aja,” jelas Titi.

Beberapa kali menjadi peserta pameran yang difasilitasi oleh PNM, Titi jadi makin percaya diri untuk bisa memperkenalkan produknya lebih luas lagi.

Apalagi, Ia juga pernah mengikuti kegiatan studi banding ke nasabah PNM di Bali yang memang terkenal dengan kreasi anyaman bambu. Ilmu dari pelatihan yang diberikan melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) oleh PNM juga diterapkannya untuk menjajakan produk anyaman bambu.

Titi pun terinspirasi dari hasil studi banding hingga membuat beberapa kreasi produk anyaman dan mulai mempromosikan usahanya melalui platform WhatsApp. “Siapa sangka sekarang saya bisa kaya orang-orang, jualan pakai hp bukan cuma di pasar atau di rumah,” terang Titi.(mcr10/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PNM   Bisnis   Anyaman Bambu   Usaha   Perempuan  

Terpopuler