Polisi Berhasil Sikat Perampok Emas Sadis

Rabu, 07 November 2018 – 09:48 WIB
Kawanan perampok ditangkap. Foto: Ilustrasi dok JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membekuk perampok sadis yang beroperasi di wilayah Sumenep 9 Oktober lalu.

Polisi berhasil menangkap 4 di antara 7 perampok raja tega itu. Dari hasil pemeriksaan, ternyata para pelaku sempat menembak kedua korban sebelum merampas perhiasan emas 7 kg dan uang Rp 200 juta.

BACA JUGA: Satu Perampok Sadis Tangerang Ditembak Mati, Sisanya Buron

Untung, tembakan itu gagal. Sebab, peluru yang ditembakkan malah jatuh dari silinder pistol rakitan itu.

Tak ingin korbannya lolos, pelaku membacok korban hingga mengalami luka parah.

BACA JUGA: Amaq Itim si Perampok Sadis Dikepung Polisi, Dor! Kena

Para perampok sadis yang berhasil diringkus polisi adalah Sariman Slawi, Sati'in, Sulaiman Bakri, dan Kossim Amrosi.

Semua merupakan warga Bangkalan, Madura. Mereka adalah residivis curas asal Bangkalan.

BACA JUGA: Perampok Sadis di Padanglawas Berhasil Ditangkap

Ada yang menjadi penjambret, ada juga yang memang merampok emas sejak lama.

''Anggota komplotan ini ternyata tujuh orang. Tiga masih buron,'' kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Agung Yudha Wibowo.

Tiga buron paling dicari Polda Jatim itu bernama Muhali, Bairi, dan Huri. Para pelaku itu juga berasal dari Bangkalan.

Ketiganya merupakan tetangga kampung empat pelaku yang sudah tertangkap. Eksekutor lapangannya memang enam, namun ada satu orang yang berada di balik layar untuk membantu pemetaan aktivitas korban. Dia tidak terlibat saat perampokan.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengungkapkan, komplotan Sariman Slawi adalah pemain lama. Mereka diketahui mulai kembali merampok di Pulau Garam sejak setahun lalu. Persisnya September 2017.

''Waktu itu berhasil menggasak 6 ons emas dan uang Rp 18 juta,'' tuturnya.

Polisi dengan dua melati di pundak itu menyebutkan, masih ada dua TKP lain yang dikembangkan polisi. Sebab, sejauh ini, komplotan perampok emas yang kambuh lagi hanya komplotan Sariman alias Odi.

Setelah merampok Slamet Hariyanto dan Januar Elya Savitri pada 9 Oktober, mereka langsung membagi hasil rampasan di sebuah rumah di Bangkalan.

Sistem pembagiannya unik. Tujuh kilogram itu hanya dibagi dengan menggunakan tangkupan telapak tangan.

''Nggak pakai timbangan,'' ujar Leonard.

Sementara itu, uang Rp 200 juta yang dirampas dari pundak Elya juga dibagi rata ke tujuh anggota komplotan. Masing-masing mendapat Rp 27 juta. Sisanya dibuat foya-foya bersama.

Emas hasil rampasan senilai Rp 3,7 miliar itu dijual murah ke para pedagang emas di pasar-pasar tradisional.

Misalnya, Sati'in. Dia menjual seluruh emasnya hanya seharga Rp 65 juta. Uang tersebut digunakan untuk biaya renovasi rumahnya.

Namun, tak semua memilih jalan seperti Sati'in. Sulaiman malah berusaha menjual emas mendekati harga standar satu per satu ke pasar tradisional.

Akibatnya, belum sempat semua habis terjual, dia sudah diciduk polisi bersama seluruh barang rampasannya.

''Dia yang paling banyak barang buktinya. Cincin emas 67 buah, anting 15 buah, sama gelang besar itu ada 17 buah,'' sebut Leonard.

Sementara itu, Sariman, kepala komplotan, memilih menitipkan emas hasil kejahatannya kepada anggota lain yang masih buron, Muhali, agar dijualkan.

Hasil penjualan tersebut masih sisa Rp 35 juta yang kini disita petugas. Sedangkan uang tunai yang didapat langsung digunakan untuk membeli motor Honda Beat putih.

Temuan awal soal adanya pistol yang digunakan muncul saat olah TKP sehari setelah kejadian.

Saat itu, tim Inafis Polres Bangkalan menemukan satu butir peluru kaliber 38 di sekitar lokasi kejadian. Peluru itulah yang hendak digunakan untuk membunuh kedua korban.

Tiga anggota komplotan yang buron kini masih dikejar petugas ke beberapa kota di Pulau Garam dan area Tapal Kuda.

Terutama Muhali. Selain menjadi perantara penjualan emas hasil rampasan beberapa rekannya. (mir/c19/end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Bekuk Rampok Sadis Ciracas


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler