Polisi Gerebek Pengoplos Gas Elpiji di Tangerang

Minggu, 14 Mei 2017 – 03:15 WIB
Wakapolrestro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan ditemani Kapolsek Jatiuwung Kompol Agung Budi Laksono memperlihat barang bakti alat untuk mengoplos tabung gas elpiji di Mapolsek Jatiuwung, Cibodang, Kota Tangerang, kemarin (12/05). Tumpak M Tampubolon/Indopos/jpg

jpnn.com, TANGERANG - Rumah di Kampung Panunggangan Barat, RT003/001, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Tangerang, Banten, Rabu (10/5) digerebek aparat polisi karena mengoplos gas elpiji.

Selain menangkap dua pelaku, yaitu berinisial SS, 43, dan AM, 32, aparat polisi juga menyita ratusan tabung gas berbagai ukuran yang diduga telah dioplos serta selang regulator.

BACA JUGA: Inilah Kelanjutan Kasus Cewek Bule Digilir saat Teler

Wakapolrestro Tangerang, AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, terungkapnya kasus pengoplosan gas itu terjadi saat jajarannya melakukan penyidikan terhadap maraknya kelangkaan dan kenaikan harga pada gas 3 kilogram dan 12 kilogram.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengendus sebuah rumah dijadikan tempat pengoplosan gas.

BACA JUGA: Kasihan, Cewek Bule Digilir setelah Disuguhi Oplosan

”Dugaan tersebut, ternyata benar setelah dilakukan penggerebekan, ” kata Erwin seperti dilansir Indopos hari ini.

Erwin mengatakan, modus pengoplosan gas ini adalah dengan memindah tabung gas 3 kilogram ke tabung 12 kilgram, kemudian mereka jual dengan harga diatas ketetapan pemerintah. ”Cara mereka mengoplos juga sudah sangat canggih.

BACA JUGA: Gini Hari Kok Masih Nekat Jual Oplosan...

Yakni kepala tabung gas 12 kg yang sudah kosong itu lalu dihubungkan dengan menggunakan selang regulator dengan tabung gas 3 kg yang terisi penuh. "Biar tidak meledak mereka pakai es batu. Sudah dilakukan sejak dua tahun lalu,” ucapnya.

Harga dari setiap tabung gas ukuran 12 kilogram ini, sambung Erwin, SS dan AM menjualnya Rp120 ribu. Dalam sehari para pelaku ini mampu menjual lebih dari 20 tabung gas dengan keuntungan Rp 300 sampai 400 ribu/hari. Dalam satu tahun kata dia keuntungan yang di dapatkan keduanya dalam melakukan pengoplosan gas itu mencapai Rp90 juta.

Ditempat yang sama, salah satu pelaku SS menuturkan, berani melakukukan curang lantaran tergiur keuntungan besar. Dan juga memanfaatkan kenaikan harga sembako menjelang puasa. Untuk keahlian itu, bapak dua anak ini mempelajari ilmu itu saat dirinya masih menjadi pekerja disebuah pengisian gas elpiji.

”Ilmu ini saya dapat saat bekerja di sebuah pengisian gas elpiji,” kata SS. (cok)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hati-Hati, Daging Rusa Dicampur Babi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler