Polisi Kesulitan Lacak Tahanan Narkoba yang Kabur

Senin, 15 April 2019 – 10:49 WIB
Pelaku diborgol. Ilustrasi Foto: JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Para tahanan Polsek Tenggilis Mejoyo yang kabur terus diburu. Tim gabungan dari polrestabes dan polsek masih melakukan pengejaran. Ketiga tahanan ditengarai masih berada di sekitar Kota Pahlawan.

Anggota yang dipimpin Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran dibagi menjadi empat tim.

BACA JUGA: Sel Lupa Dikunci Polisi, Tahanan Kabur

BACA JUGA : Sel Lupa Dikunci Polisi, Tahanan Kabur

 

BACA JUGA: BNN: Setiap Pengungkapan Kasus Narkoba dalam Jumlah Besar Selalu Terkait dengan Napi

Mereka terdiri atas personel unit kejahatan dan kekerasan (jatanras), reserse mobile (resmob), satresnarkoba, dan Unit Reskrim Polsek Tenggilis.

Sudamiran menyatakan, para tahanan yang kabur masih sulit dilacak. Mereka terus berpindah-pindah. Meski demikian, polisi optimistis tahanan yang melarikan diri bakal kembali ditangkap. "Sekarang belum, masih lidik (penyelidikan, Red) di lapangan," ujarnya.

BACA JUGA: Dua Tahanan Polresta Kabur Setelah Menghipnotis Penjaga

BACA JUGA : Kecolongan, 4 Tahanan Kabur dari Kantor Polisi

Mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim itu memastikan anggota tim gabungan sudah disebar. Wilayah tempat para tahanan bersembunyi juga sudah dipetakan.

"Kami sudah gambar. Ruang geraknya memang sengaja dipersempit," jelasnya.

Menurut Sudamiran, tiga tahanan tersebut sempat lari ke luar kota. Namun, baru-baru ini ada informasi dari sumber polisi bahwa para tahanan yang kabur masih berada di wilayah sekitar Surabaya. Ada pula yang sempat kabur ke Madura.

BACA JUGA : 16 Tahanan Kabur, Kacab Rutan Labuhan Bilik Dicopot

Tahanan yang terlacak kabur ke Madura adalah Anwar. Tersangka kasus narkoba itu pulang ke rumahnya di daerah Sampang. Namun, dia keburu berpindah lokasi sebelum anggota datang.

"Kami sudah minta keterangan anggota keluarganya. Pihak keluarga berjanji akan menyerahkan Anwar kalau pulang," kata Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Totok Sumariyanto.

Menurut Totok, itu merupakan kabar bagus. Sebab, para tahanan yang kabur sebaiknya menyerahkan diri daripada ditindak tegas petugas.

Selain itu, tindakan melarikan diri dari dalam sel tahanan bisa memperberat hukuman. Totok menyatakan, peristiwa kaburnya para tahanan itu akan menjadi bahan evaluasi. (adi/dan/c6/end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 3 Oknum Polisi dan 1 Oknum Wartawan Diduga Peras Orang Tua Tersangka Narkoba


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler