Polisi Kesulitan Ungkap Penembak di Freeport

Selasa, 10 Januari 2012 – 18:37 WIB

JAKARTA — Polisi masih belum menemukan titik terang mengenai pelaku penembakan  dan pembakaran mobil kontraktor di areal tambang PT Freeport Indonesia Senin (9/1). Aksi kekerasan bersenjata ini sendiri terjadi sekira pukul  09.00 WIT di Mile 50-51, jalan poros tambang yang menghubungkan Timika dan Tembagapura di Kabupaten Mimika, Papua.

Sebuah kendaraan pengawas trailer milik PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) dengan nomor lambung LWB 01-3608, ditemukan terbalik dan terbakar. Sementara dua pekerja yang mengendarai mobil naas itu bernama Thomas Bagensa  dan Nasyun Nabot Simofiaref tewas.

‘’Terus terang kita mengungkap hal ini sangat sulit. Pertama saksinya nggak ada, kita datang semua sudah terjadi. apalagi seperti ini korban dua-duanya meninggal, kepada siapa kita bertanya,’’ ujar Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Saud Usman Nasution di Mabes Polri Jakarta, Selasa (10/1).

Saat petugas tiba dilokasi mobil ditemukan terbakar dalam kondisi terbalik bersama para penumpangnya. Selain itu, polisi menemukan adanya lubang yang diduga bekas tembakan di kendaraan itu. ‘’(Tembakan) di dinding mobil  itu jebol ada lima lubang. Kemudian kan sudah dibakar,’’ tambah Saud.

Seharusnya tambah Saud, Freeport telah mengeluarkan himbauan setiap kendaraan yang naik ke Tembagapura diharuskan menggunakan pengawalan. Ini untuk mencegah aksi penembakan bersenjata yang kerap dilakukan pihak tak dikenal di kawasan kaya tambang itu. Namun kendaraan ini pergi tanpa menggunakan pengawalan aparat.

‘’Diinformasikan ke perusahaan jangan disepelekan, kalau sudah ada prosedur seperti itu dilaksanakan lah. Memang terkadang ada kepentingan mendesak sehingga tidak sempat menunggu petugas keamanan,’’ imbuhnya.(zul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Gangguan Keamanan Aceh Diduga Terkait Pilkada


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler