Polisi Selidiki Ulah Massa #2019GantiPresiden di Area CFD

Minggu, 29 April 2018 – 21:43 WIB
Kapolres Metro Jakatra Pusat Kombes Roma Hutajulu saat bernegosiasi dengan massa sopor taksi online di depan Istana Negara, Rabu (28/3). Foto: Elfany Kurniawan/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Di media sosial YouTube sedang viral video yang menunjukan bertemunya antara massa yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden dengan massa #DiaSibukKerja saat acara Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (29/4) pagi tadi.

Dalam video itu, sejumlah massa #2019GantiPresiden sempat adu mulut dengan massa #DiaSibukKerja. Bahkan, massa #DiaSibukKerja yang pro terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo sempat dihampiri dan ditanya dibayar berapa untuk menggelar aksi tersebut.

BACA JUGA: PSI Kecam Intimidasi Massa #2019GantiPresiden di Area CFD

Parahnya lagi, massa #2019GantiPresiden sempat mengintimidasi seorang wanita dari kubu sebelah hingga suasana hampir memanas karena ada anak kecil yang menganis.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu. Menurut dia, massa #DiaSibukKerja hendak melakukan jalan sehat dari titik kumpul mereka di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha menuju ke Bundaran HI.

BACA JUGA: Jokowi Bakal Terus Diserang Kampanye Negatif

Ketika itu aparat sudah mengingatkan massa yang semuanya mengenakan kaus warna putih untuk tidak melintas di wilayah Bundaran HI. Pasalya telah ada massa dengan kaus #2019GantiPresiden yang berkumpul.

"Dari patung kuda titik kumpulnya sudah kami imbau, tapi enggak ada masalah," kata dia, Minggu (29/4).

BACA JUGA: Makin Mantap, 2019 Harus Ganti Presiden

Saat kegiatan berlangsung, diduga ada beberapa dari mereka yang tertinggal. Diduga massa yang tertinggal ini yang menjadi korban intimidasi massa kubu sebelah.

"Mereka ada yang netes-netes (terpisah) karena enggak ada korlapnya (koordinator lapagan). Harusnya ditahan,” imbuh dia.

Kepolisian, kata Roma, tak tinggal diam. Tapi sudah bersiaga dengan menerjukan dua kompi personel.

Hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk melihat adakah tindak pidana ketika intimidasi itu.

"Kami melakukan pendalaman dan sudah dilakukan secara maksimal (pengamanan). Kegiatan itu sudah dikerahkan dua kompi," ujar dia. (mg1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polri Bantah Keluarkan Larangan Kaus #2019GantiPresiden


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler