Polisi Telusuri Dugaan Human Trafficking Istri Jenderal

Jumat, 21 Februari 2014 – 16:40 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kepolisian menelusuri dugaan tindak pidana perdagangan manusia atau human trafficking oleh Nyonya M, istri dari purnawirawan Polri Brigjen MS.

Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, total ada 17 orang pembantu rumah tangga yang disekap oleh Nyonya M di kediamannya, perumahan Bogor Baru, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Tengah, Kota Bogor.

BACA JUGA: Siswi SD Digilir Empat Siswa SMA

"Nah, ini yang akan kita lihat hasil perkembnagan proses penyelidkan yang dilakukan. Apakah beliau (Nyonya M) ini menyalurkan ataukah memang bekerja," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta seperti yang dilansir RM Online, Jumat (21/2).

Menurut Agus, 17 pembantu rumah tangga itu terdiri dari 12 perempuan dan lima pria. Mereka telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Bogor Kota guna mengungkap kasus penyekapan tersebut. Sementara, tiga orang diantaranya belum dapat dimintai keterangan karena mengalami cacat fisik bawaan, yakni tuna wicara.

BACA JUGA: Penyekapan PRT oleh Istri Jenderal jadi Atensi Kapolri

"Langkah-langkah yang kita lakukan, visum sudah dimintakan oleh polres, namun hasilnya belum keluar," katanya.

Agus menambahkan, kini sebanyak 16 pembantu masih ditampung di kantor Polres Bogor Kota sambil menunggu dijemput pihak keluarga. Sementara, saksi korban berinisial YL yang pertama kali melaporkan kasus ini sudah diambil keluarganya.

BACA JUGA: Sekap Pembantu, Istri Purnawirawan Jenderal Digarap Polisi Pekan Depan

Polisi juga akan mendalami dari mana Nyonya M mendapatkan belasan pembantu rumah tangga yang rata-rata berusia 17 tahun ke atas itu untuk ditampung di rumahnya. Karena itu, istri Brigjen MS tersebut juga akan dimintai keterangan oleh penyidik pada pekan depan.

"Nanti kita lakukan kroscek terhadap pihak yang lain, yaitu dari ibu MS. Termasuk pihak lain yang kami perkirakan mengetahui," ujar Agus.

Hasil pemeriksaan sementara menyebut bahwa belasan pembantu itu sengaja mencari pekerjaan di rumah Brigjen MS. Para pembantu sudah bekerja dalam kurun waktu berbeda di kediaman purnawirawan dengan jabatan terakhir Kapuslitbang Polri itu, sebelum pensiun 2013 lalu.

"Ada yang baru kerja tiga bulan, delapan bulan. Tapi, yang jelas bahwa ke 17 orang ini bekerja di kediaman bapak MS," demikian Agus. (rus/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Polisi Curi Motor dan Anak Tentara Cabul


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler