Politikus Gerindra Desak Rencana Silatnas Honorer K2 dengan Jokowi Dibatalkan

Selasa, 12 Maret 2019 – 18:03 WIB
Ketua Umum Satria Moh Nizar Zahro bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (13/2). Foto: M Fathra/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Rencana Silatnas (silaturahmi nasional) honorer K2 dengan Presiden Joko Widodo diwarnai protes dari kalangan honorer sendiri, terkait uang iuran yang dipakai untuk penyelenggaraan acara tersebut.

Hal ini menyusul pengakuan adanya dugaan penarikan iuran Rp 500 ribu oleh pihak panitia yang juga dari kalangan honorer K2. Disebut-sebut, di acara Silatnas akan diumumkan terbitnya Keppres pengangkatan honorer K2 menjadi PNS.

BACA JUGA: Usulan Ulang Formasi PPPK Tidak Otomatis Disetujui Pusat

Anggota Komisi X DPR Fraksi Partai Gerindra di Nizar Zahro menilai meminta iuran seperti ini sudah masuk katagori pungutan liar dan sungguh memalukan. Karena itu, Nizar mendesak supaya acara silatnas itu dibatalkan saja. "Wajib dibatalkan (silatnas)," tegas Nizar menjawab JPNN, Selasa (12/3).

BACA JUGA: 70 Persen Pemda Belum Siap Menggaji PPPK, Pengumuman Kelulusan Ditunda

BACA JUGA: Nizar Kecam Cara Kumpulkan Dana untuk Silatnas Honorer K2

Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, itu mengimbau kepada honorer agar tidak membayar sepeserpun.

"Jangan membayar sepeserpun untuk sumbangan apa pun," kata Nizar mengingatkan.

BACA JUGA: Pengumuman Kelulusan Tes PPPK Memang Tidak Bersamaan

Nizar menyatakan, tidak jelasnya sikap pemerintah tentang nasib honorer K2, terutama guru, yang mestinya diangkat menjadi PNS.

Lebih lanjut Nizar menegaskan persoalan honorer akan tuntas jika ada presiden baru, dalam hal ini Prabowo Subianto. Dia menegaskan Prabowo sudah berjanji akan mengangkat honorer menjado PNS secara menyeluruh, sebagaimana janji dalam visi misinya.

"Honorer hanya bisa tuntas dengan presiden baru yaitu Prabowo Subianto yang dalam visi misinya akan menunaikan janji untuk mengangkat honorer K2 menjadi ASN secara menyeluruh," ungkap Nizar.

Sebelumnya diberitakan, permintaan uang kepada honorer K2 untuk agenda silatnas dengan Presiden Jokowi yang digagas oleh sejumlah forum honorer ternyata bukan isapan jempol.

Koordinator Honorer K2 Sumatera Utara Andi Subakti mengungkapkan, sejumlah anggotanya melaporkan dimintai uang Rp 500 ribu per orang.

BACA JUGA: Honorer K2 Ditarik Iuran Rp 500 Ribu per Orang untuk Silatnas

Uang itu disebut untuk menjemput Keppres pengangkatan honorer K2 menjadi PNS, yang dikatakan akan diumumkan di acara silatnas. Menurut Andi, ada yang sudah menyetorkan uang. Sebagian besar masih menunggu kebenaran informasi tersebut.

"Di Medan, dimintai uang Rp 500 ribu. Katanya sebagai biaya untuk acara Silatnas yang nantinya diumumkan Keppres pengangkatan honorer K2 menjadi PNS," kata Andi kepada JPNN, Senin (11/3). (Boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengumuman PPPK Ditunda, Honorer: Semoga Tidak Ada Permainan


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler